Kubu Golkar Munas Ancol Lecehkan Ketetapan PTUN

Kubu Golkar Munas Ancol Lecehkan Ketetapan PTUN

ilustrasi. (Net)

Jakarta - Kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol yang menggelar konsolidasi di Medan, Sumatera Utara, dinilai melecehkan ketetapan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
 
"Kami sangat menyesalkan dengan adanya langkah dari kubu Ancol yang sudah tergolong Counter of Court. Sudah melecehkan PTUN yang sudah mengambil keputusan (sela) pada 1 April 2015 lalu," ujar Sekjen DPP Golkar Idrus Marham, Senin (13/4).

Ia juga menyayangkan konsolidasi di Medan, Sumatera Utara yang berjalan ricuh. Dia menganggap kejadian tersebut mencederai Partai Golkar. "Melakukan konsolidasi, melakukan pembentukan plt di beberapa daerah. Kasus Sumatera Utara itu saya kira makin merusak citra Partai Golkar sendiri," kata Idrus.

Diharapkan, sidang tersebut segera cepat diselesaikan guna mencegah dampak sosial politik yang muncul di daerah. "Kita mempercepat, dengan memproteksi dampak sosial politik yang muncul di daerah. Mestinya Menkumham lebih sensitif melihat itu," katanya.

Seperti diketahui, Partai Golkar kubu munas Ancol telah menggelar rapat konsolidasi di Medan Sumatera Utara pada 11 April 2015, yang berlangsung ricuh. Dalam pertemuan yang dihadiri Agung Laksono itu ditolak kader Golkar, yang menyatakan kepengurusan hasil Munas Ancol tidak sah.

Ketua DPP Partai Golkar, Tantowi Yahya mengatakan, gesekan di Medan membuktikan klaim kepengurusan Agung Laksono yang didukung mayoritas kader di daerah tidak terbukti. Faktanya justru menunjukkan mayoritas kader dari pusat hingga daerah, tetap mendukung kepengurusan Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie (ARB). (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:politik,