KIP dan KIS Jadi Petaka bagi Pengungsi Erupsi Sinabung

KIP dan KIS Jadi Petaka bagi Pengungsi Erupsi Sinabung

Medan - Hingga saat ini para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengaku belum menerima dua kartu sakti yang pernah diserahkan secara simbolik oleh Presiden Jokowi, pada saat berkunjung ke Kabupaten Karo akhir tahun lalu. Dua kartu sakti tersebut, yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
 
Belum terdistribusinya kedua kartu sakti tersebut menyebabkan petaka bagi mereka. Sebab, akibat kartu sakti tersebut, mereka tidak lagi mendapakan pelayanan kesehatan, yang biasanya diberikan petugas yang mendatangi pemukiman sementara mereka.
 
"Enggak pernah sampai ke kami. Entah di mana nayngkutnya, masalahnya pun kami enggak tahu. Namun yang pasti sejak kartu itu diberikan secara simbolik, pelayanan kesehatan yang biasanya kami terima secara rutin dari petugas kesehatan, sekarang juga jadi simbolik. Terkadang memang ada, tetapi habis itu hilang," ujar salah seorang pengungsi, Selasa (14/4/2015).
 
Selain kedua kartu tersebut, para pengungsi korban erupsi Sinabung pun mengaku terimbas dengan kebijakan Presiden Jokowi dalam hal menaikkan harga bahan bakar minyak bersubdi (BBM). Kenaikan harga BBM tersebut membuat jatah hidup yang diberikan pemerintah tak lagi mencukupi.
?
"Kami ini diberi uang hanya Rp 1,8 juta oleh pemerintah untuk sewa rumah selama 6 bulan, menjelang selesainya rumah di tempat yang baru. Belum berakhir masa kontrak, pemilik rumah sudah memberi tahu kami, sewa kontrak akan segera dinaikkan karena harga BBM naik," katanya.
 
"Jatah hidup yang cuma Rp 6 ribu per hari juga sudah tidak ada nilainya lagi. Sedangkan untuk ongkos sekolah saja sudah Rp 4 ribu untuk pulang pergi. Tersisa hanya Rp 2 ribu, bisa buat apalah itu," keluh mereka. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,