Jabar Miliki 10 Gua Terpopuler

Jabar Miliki 10 Gua Terpopuler

Soa Pawon. (Tempo)

Bandung - Sepuluh gua terpopuler di Jawa Barat memiliki potensi dan daya tarik wisata yang cukup tinggi bagi wisatawan dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Selasa (14/4/2015), kesepuluh gua terpopuler itu adalah Gua Sunyaragi di Kota Cirebon, Gua Belanda dan Gua Jepang di kawasan Dago Bandung, Gua Jepang di Pangandaran.

Kemudian Gua Kelelawar di Kabupaten Sukabumi, Gua Lanang di Pananjung, Gua Pawon di Kabupaten Bandung Barat, Gua Siluman atau Buni Ayu di Sukabumi, Gua Malawang di Tasikmalaya serta Gua Tambang Emas Pongkor di Kabupaten Bogor.

"Gua-gua itu memiliki potensi besar, dan biasanya berada dalam satu kawasan dengan obyek wisata lainya di daerah itu, sehingga keberadaannya saling mendukung," kata Kepala Disparbud Jabar H Nunung Sobari.

Setiap gua itu memiliki sejarah dan ada temuan arkeologi yang memperkuat keberadaan gua itu di masa lampau.

Seperti Gua Pawon di Padalarang, Bandung Barat, terletak di atas ketinggian 601 mdpl, terletak di bukit daerah penambangan batu kapur, dan pada masa lalu merupakan tepian danau purba.

Berdasarkan hasil survei AC de Young dan GHR von Koenigswald 1930-1935 ditemukan alat-alat budaya pada masa lalu dari obsidian.

Sedangkan Gua Belanda dan Gua Jepang di Dago merupakan gua buatan kolonial Belanda untuk sistem pertahanan di kawasan Bandung.

Lain halnya dengan Gua Lalay atau Kelelawar di Sukabumi, berada di Pelabuhan Ratu Sukabumi dimana tempat bersarangnya jutaan kelelawar yang memberikan pemandangan tersendiri pada saat hewan malam itu terbang mengudara.

Sedangkan Gua Lanang, Gua Jepang terdapat di Penanjung Pangandaran, tepatnya di kompleks Cagar Alam Pangandaran. Gua itu bekas pertahanan Jepang pada masa Perang Dunia Kedua.

Sementara itu Gua Sunyaragi merupakan sebuah situs unik di pinggiran Kota Cirebon. Tamansari Gua Sunyaragi, menempati lahan seluas 15.000 meter persegi, merupakan milik Keraton Kasepuhan secara turun temurun.

Bentuknya yang unik dengan rongga-rongga dan lorong-lorong yang berliku dan gelap menyerupai gua membuatnya dikenal dengan Gua Sunyaragi. Situs ini awalnya merupakan Taman Kelangenan (taman kenikmatan) atau Taman Sari, yang fungsi utamanya untuk berkhalawatan atau menyepi, maka dikenal pula sebutan taman Kelangenan Sunyaragi . Sunya berarti sunyi, sepi dan "ragi" seperti raga.

Lain lagi objek yang berlokasi di Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pertama kali dieksploitasi pada tahun 1974. Di tempat itu pengunjung dapat melihat proses penambangan emas yang harus melalui serangkaian proses pengeboran, peledakan, pengerukan, pengangkutan, dan penimbunan kembali.

Untuk mendapatkan emas dari urat-urat ini, para penambang membangun terowongan utama berdiameter 3,3 meter setinggi 3 meter. Apabila terus diikuti, terowongan ini akan tembus ke Gunung Pongkor yang jauhnya sekitar empat kilometer. (AY)

.

Categories:Wisata,
Tags:,