KBB Mulai Berlakukan LPSE

KBB Mulai Berlakukan LPSE

Padalarang - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai memberlakukan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara lelang maupun penunjukan langsung berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

"Dengan diberlakukannya aturan tersebut, maka mulai tahun ini (2015) tidak ada lagi tender yang dilakukan secara manual," kata Bupati Bandung Barat Abubakar usai peresmian LPSE KBB, Selasa (14/4/2015).

Ia menuturkan, pengadaan barang dan jasa secara elektronik merupakan sistem menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Menurut dia, sistem tesebut mampu menghindarkan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang seringkali terjadi dalam proses pengadaan secara manual.

"Keuntungan lainnya yakni dapat menghemat anggaran dan waktu, semua prosesnya transparan karena dapat diakses semua pihak," katanya.

Keuntungan lainnya, lanjut dia, perbuatan curang dalam lelang tidak akan terjadi karena pihak rekanan atau pengusaha dengan panitia lelang dalam proses tender tidak bertemu secara fisik.

Proses LPSE juga, kata dia, memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pihak penyedia atau rekanan seluruh Indonesia untuk ikut proses lelang pengadaan barang maupun jasa di lingkungan pemerintah.

"Semua harus ikut aturan, tidak ada lagi minta-minta proyek, kalau mampu silahkan daftar," katanya.

Ia menambahkan, lelang proyek dari pemerintah yang melalui proses LPSE itu tidak dibatasi besarannya, bahkan besaran Rp10 juta tetap harus masuk LPSE.

"Meskipun nilai proyeknya hanya Rp10 juta, harus masuk ke sistem LPSE dulu," kata Abubakar. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,