Berantas Monopoli-Oligopoli Harusnya Berdampak ke Petani

Berantas Monopoli-Oligopoli Harusnya Berdampak ke Petani

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan membuka secara resmi sosialisasi dan penandatanganan MOU Pengawas persaingan usaha (KPPU), dengan pemprov Jabar Senin (13/10/2014). FOTO: TrisDodi

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan pemberantasan monopoli dan oligopoli seharusnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat umum, khususnya petani.

Untuk mencapainya, kalangan petani perlu difasilitasi agar mampu mengisi pasar, termasuk pangsa ekspor, ketika praktik monopoli-oligopoli diberantas.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jabar  ketika menyampaikan sambutannya pada penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan Pemprov Jabar di  Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (13/10/2014).

Aher mengatakan, penghapusan praktik monopoli-oligopoli perdagangan produk pertanian dan turunannya, tidak otomatis mengangkat kesejahteraan petani.

"Jawa Barat sudah mengekspor mangga, manggis, ubi cilembu, kopi, dan lain-lain. Kalau pelaku ekspor itu-itu saja dan petani cuma jadi penonton, tentu kita sayangkan. Jadinya, kesejahteraan petani tidak berkembang," ungkapnya kepada wartawan.

Aher juga menyinggung pendekatan legal formal KPPU dalam memberantas praktik monopoli-oligopoli. Hal ini memungkinkan pelaku usaha tampak sejumlah pihak atau tidak dimonopoli, namun boleh jadi orangnya sama. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri KPPU, khususnya dalam kerangka mendorong masyarakat biasa, khususnya petani, turut menjadi pelaku usaha.

Gubernur Ahmad Heryawan mengutarakan upaya mengikis habis praktik monopoli-oligopoli wujud kecintaan siapapun kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).

"Jangan mengaku cinta NKRI bila melakukan monopoli," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPPU M. Nawir Messi pada kesempatan yang sama menyatakan larangan praktik monopoli dan upaya membangun iklim persaingan usaha yang sehat, dilakukan untuk melindungi kepentingan masyarakat.(Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:aher,bandung,