Petralite, BBM Varian Baru Meluncur Akhir April

Petralite, BBM Varian Baru Meluncur Akhir April

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan menggantikan Premiun dengan Pertalite dengan Ron sekitar 91. Namun begitu, BBM dengan kualitas di bawah Pertamax itu hanya akan dijual di SPBU kota besar saja.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjelaskan, BBM itu termasuk kategori nonsubsidi, sehingga penentuan harganya akan ditetapkan oleh Pertamina. Diperkirakan, harganya di atas Rp 7.400 tetapi di bawah Rp 8.600 per liter. "Bukan, subsidi harganya akan ditetapkan oleh Pertamina," kata Sudirman di Jakarta, Jumat (17/4).
Sudirman mengatakan, pemerintah hanya memberikan subsidi untuk BBM jenis Solar, yakni sebesar Rp 1.000 per liter.  "Sekali lagi Pertalite bukan subsidi, karena yang masih disubsidi hanya Solar," jelasnya.
Diakui, penghapusan Premium ini dikarenakan akan menggantikan produk yang lebih bersih dan ramah lingkungan. "Ya, itu akan diganti produk baru namanya Pertalite yang lebih bersih," tukasnya.
 PT Pertamina (persero) tengah menyiapkan produk baru, yang merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) varian baru. "Dalam waktu dekat sedang disiapkan produk BBM   varian baru,mungkin akhir April," kata 
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, produk BBM varian baru tersebut kemungkinan akan mulai dipasarkan akhir April mendatang 
Menurutnya, produk itu akan menjadi brand extension Pertamina. Sedangkan alasan dilahirkannya BBM jenis baru tersebut untuk memberikan pilihan yang beragam kepada masyarakat. "Jadi nanti memang produk baru ini tingkatnya akan lebih tinggi dari Ron 88 dan lebih rendah dari Ron 92," katanya.
Saat ini, pihaknya mengaku tengah menggodok produk itu. Diharapkan, BBM jenis baru itu bisa laris di pasaran. Untuk tahap awal, produk ini akan dijajakan terlebih dahulu di wilayah DKI Jakarta.
"Kami sedang melakukan persiapan, termasuk juga bagaimana nanti kita menyediakan di SPBU Pertamina. Sebab, ini juga memerlukan proses logistik dan distribusi, kita harapkan nanti waktunya tidak akan lama lagi, dan kita harap ini bisa diterima oleh masyarakat," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,