PSK Kabur Petunjuk Terbongkarnya Prostitusi Rumahan

PSK Kabur Petunjuk Terbongkarnya Prostitusi Rumahan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung -  Berawal dari kaburnya seorang pekerja seks komersial (PSK) yang masih di bawah umur, merupakan petunjuk terbongkarnya praktik prostitusi rumahan di Jalan Dewi Sartika, Gang Ijan No. 45, Kelurahan Pungkur, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
 
Seperti dituturkan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol, sejak dirinya menjabat pada Desember 2014 telah mencurigai adanya beberapa tempat yang digunakan sebagai lokasi prostitusi rumahan.
 
"Semua terbukti setelah kemarin salah seorang PSK yang masih di bawah umur berhasil kabur dan melaporkan kepada kami," katanya kepada wartawan di Aula Mapolrestabes Bandung, Minggu (19/4/2015).
 
PSK yang diketahui berinisial LH (17) tersebut mengaku sudah punya niat untuk kabur sejak dua minggu lalu. Namun, aksinya itu baru berhasil pada Sabtu 18 April kemarin.  LH pun mengaku, keinginannya untuk kabur lantaran merasa tertipu oleh salah seorang germo yang semula mengajaknya untuk menjadi pembantu rumah tangga atau penjaga toko.
 
Sudah sebulan saya di Dewi Sartika. Awalnya mau jadi pembantu atau pekerja toko, tapi ternyata malah jadi PSK," keluhnya.
Dia pun semakin tak betah lantaran sering mendapat perlakuan kasar dari para tamu. Tidak hanya itu, uang yang dijanjikan oleh sang germo tak kunjung didapatnya. "Bahkan saya disebut punya hutang. Jadi enggak bisa keluar," ungkapnya.
 
Setelah memendam rasa sakit yang cukup lama, akhirnya LH mendapatkan ide dengan berpura-pura mendapat informasi jika akan ada razia dari polisi. Cara tersebut dilakukan lantaran setiap ada razia seluruh PSK meninggalkan lokasi pelacuran.
 
Akhirnya cara itupun ampuh, LH berhasil mengelabui para penjaga dan germo yang telah membuka kamar kost yang biasanya dikunci untuk menghindari mereka kabur. "Saya minta tolong ke warga naik motor untuk cari kantor polisi, dan diantarkan ke Polrestabes Bandung. Terus saya ceritakan semua yang menimpa saya," bebernya.
 
LH kini bisa bernapas lega, karena bisa terbebas dari jeratan dunia hitam yang selama satu bulan ini membelenggunya. "Untuk ke depan saya mau kerja yang benar saja. Karena saya ini sebatang kara, kedua orangtua saya sudah meninggal dunia,” tuturnya.
 
Rencananya LH akan dititipkan kepada pihak yayasan untuk dibina dan dihindarkan dari hal-hal negatif, mengingat dalam kasus ini dia menjadi saksi kunci. "Yayasannya kami rahasiakan," tambah Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Ngajib. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,