Enam Germo PSK Anak di Bawah Umur Dicokok

Enam Germo PSK Anak di Bawah Umur Dicokok

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Dengan terbongkarnya praktik prostitusi rumahan yang mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Jalan Dewi Sartika, Gg. Ijan, No. 45 Kel. Pungkur Kec. Regol, Kota Bandung, jajaran Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung berhasil mencokok enam orang germo.


Demikian diungkapkan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, kepada wartawan saat gelar perkara kasus eksploitasi tersebut di Mapolrestabes Bandung Jalan Jawa, Minggu (19/4/2015) siang.

"Berbekal laporan dari salah satu korban yang kabur, dari rumah tersebut, kami langsung mendatangi TKP, dan di TKP kami temukan 29 PSK di dalam rumah tersebut," ujar Yoyol.

Dirinya menjelaskan, keenam germo tersebut diketahui berinisial DM (22), HI (38), PO (38), BD (33), TM (49) dan ES (58). Menurutnya,  modus yang dipakai para pelaku tersebut, yaitu dengan mengajak para korban bekerja untuk menjadi pembantu atau pelayan toko. Namun akhirnya para korban  dijadikan PSK di rumah kos - kosan.

"Rumah kos - kosan yang dijadikan tempat prostitusi itu telah berjalan selam 6 bulan. Setiap melayani para pelanggannya, para PSK di bawah umur ini dimintai menyetor sebesar 70 ribu pada germonya. Dalam perekrutan PSK itu, para germo pun kebanyakan mengambil dari anak-anak jalanan, yang diiming-imingi untuk bekerja sebagai pelayan toko. Namun Kenyataannya meraka disekap dan
dimintai melayani para pria hidung belang," bebernya.

Seperti LH (17) misalnya, bocah asal Karawang yang melapor menjadi korban keenam germo itu mengatakan, sebelumnya ia ditawari pekerjaan sebagai pembantu oleh temannya, saat itu ia dikenalkan dengan salah satu bos dari rumah prostitusi tersebut.

LH mengaku, dirinya bukannya dipekerjakan sebagai pembantu, malah dimintai melayani para pria hidung belang. Selain itu selama 2 bulan, Ia tak mendapatkan bayaran sama sekali atas pekerjaannya. Malahan dipaksa menyetorkan hasil bekerja selama dua bulan di sana. "Saya kabur, karena saya merasa ditipu. Tadinya saya di ajak untuk bekerja sebagai pembantu bukan melayani laki - laki" beber LH.

LH memberanikan diri untuk kabur dari rumah tersebut, saat berhasil kabur LH di tolong pengendara jalan, yang langsung mengantarkannya ke Polrestabes Bandung, untuk melaporkan apa yang dialaminya dan ke 29 teman lainnya.

Yoyol menegaskan, para pelaku ini dikenakan Pasal 88 UURI No. 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Sedangkan para korban akan diberikan ke Dinas Sosial. "Korban akan diserahkan ke dinas sosial untuk dikembalikan ke daerahnya masing-masing," pungkasnya.(Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,