Deklarasi Antitembakau Menuai Kritik dan Kecaman

Deklarasi Antitembakau Menuai Kritik dan Kecaman

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta -  Dinilai sangat kental dengan aroma kepentingan pihak asing untuk membuat Industri Hasil Tembakau (IHT) dalam negeri semakin tidak berkutik, Deklarasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jawa Timur terus menuai kritik. Kritik itu datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) misalnya.
"Deklarasi itu sangat mengagetkan. Saya menilai pasti ada orang atau pihak tertentu me-nentukan dari luar. Apalagi deklarasi itu dilakukan di jantung industri tembakau, yakni Jawa Timur. Ada grand design dari asing, sehingga Indonesia jangan berdiri sebagai negara industri," kata Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Deddy Suhajadi, Senin (20/4).
Sementara Ketua Tim Revitalisasi Tembakau itu menjelaskan, kampanye negatif seperti deklarasi antitembakau sama saja mengganggu konsentrasi para pengusaha, yang saat ini difokuskan bagaimana memenuhi target cukai yang sangat tinggi dari pemerintah.
Dengan gangguan kampanye hitam di tengah iklim usaha yang kurang kondusif, katanya dikhawatirkan akan membuat beban pengusaha kian meningkat. "Kini dalam posisi yang alamnya yang sangat rawan tidak tercapai target," imbuhnya.
Diharapkan, selain kampanye negatif dikurangi, pemerintah juga merancang grand design bagaimana melindungi industri hasil tembakau terutama pabrik kecil, agar tidak gulung tikar dengan kenaikan cukai tinggi.
Agar kontribusi semakin besar, lanjut Deddy, beragam kampanye harus disingkirkan sekaligus industri diberi keringanan. Misalnya adanya pajak khusus, kemudian fasilitas kredit, juga diberikan penghargaan bagi mereka yang mencapai target. "Kampanye negatif ini selalu dipengaruhi kepentingan persaingan dagang dari pihak luar, karena pasar dalam negeri sangat besar. Masuk musim kemarau, jangan lagi diganggu dengan kampanye hitam karena ini masa puncak produksi industi tembakau," paparnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Jawa Timur Sulami Bahar menegaskan, deklarasi antitembaakau itu sama saja hendak memberangus hak asasi dan hak konstitusional para perokok.
Ia mengingatkan, bila sikap antipati itu kemudian diorganisasir, bahkan kemudian dideklarasikan, maka sudah pasti punya tujuan negatif. Dia mencurigai, deklarasi itu ditunggangi pihak tertentu, yang selama ini selalu merongrong industri hasil tembakau nasional. "Bersikap antitembakau, sama saja antipetani dan itu dapat dikategorikan meneror. Jika tujuan organisasi seperti itu sekali lagi jelas sama saja memusuhi petani di daerah hingga industri hasil tembakau," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,