Kekerasan Xenofobia di Afrika Selatan Mereda

Kekerasan Xenofobia di Afrika Selatan Mereda

Ilustrasi.(Foto:Net)

Johannesburg  - Aksi kekerasan yang didasari kebencian terhadap orang asing (xenofobia) yang melanda beberapa wilayah negara Afrika Selatan mulai reda.

Situasi di daerah yang dilanda kerusuhan di Durban dan Johannesburg relatif tenang, dan tak ada laporan mengenai bentrokan dan penjarahan.

Seperti dilaporkan Xinhua, Senin (20/4) polisi  menyatakan mereka terus memantau situasi guna mencegah terulangnya aksi kekerasan. Sebelumnya, Menteri Urusan Dalam Negeri Malusi Gigaba memberi jaminan bahwa serangan xenofobia telah dikendalikan.

Pada Sabtu (18/4), Gibaba menyertai Presiden Jacob Zuma dalam kunjungan ke satu kamp yang menampung lebih dari 1.000 orang asing yang meninggalkan tempat tinggal mereka, yang menjadi korban aksi kekerasan di Chatsworth, Durban.

Gigaba mengatakan, lembaga pelaksana hukum mesti mencegah serangan di berbagai daerah. Sebagai langkah pencegahan, 350 personel Dinas Kepolisian Afrika Selatan (SAPS) telah dikerahkan di perbatasan Afrika Selatan, kata Gigaba.

Namun, meski pemerintah Afrika Selatan berjanji akan menjamin keselamatan orang asing, sebagian negara Afrika bersiap untuk memulangkan warga negara mereka. Zimbabwe mulai memulangkan lebih dari 1.000 warganya yang diserang dalam kerusuhan di Durban, sedangkan pemerintah Malawi sudah memulai proses pemulangan warganya. Mozambik, Kenya dan Nigeria pun diperkirakan akan mengikuti tindakan tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,