Banding Duo Terpidana Mati Dikabulkan Kecewakan BNN

Banding Duo Terpidana Mati Dikabulkan Kecewakan BNN

Jakarta -  Dengan dikabulkannya banding duo terpidana mati kasus narkoba, Mustofa Moradalivand dan Sayed Hasyim keduanya merupakan warga negara Iran oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat membuat kekecewaan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).
Duo terpidana mati itu tertangkap setelah coba menyelundupkan sabu seberat 40 kg pada 26 Februari 2014 di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Sukabumi, sendiri juga telah memvonis mati dua terdakwa narkotika tersebut.
Menanggapi hal itu Kepala Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi mengaku menyesalkan munculnya hal itu. Pasalnya, status Indonesia yang telah darurat narkoba diharapkan dapat menular ke lembaga peradilan dengan menjatuhkan vonis maksimal terhadap pelaku. "Ya kami menyesalkan putusan banding itu, apalagi kita darurat narkoba," kata Slamet di Jakarta, Senin (20/4).
Apalagi, BNN mengategorikan duo gembong narkoba asal Iran itu sebagai aktor kelas kakap. Slamet lantas menunjukkan hitungan sederhana terkait dampak yang ditimbulkan oleh duo terpidana mati itu. Jika 1 gram sabu mampu dinikmati oleh tujuh orang, alhasil 4 kg sabu yang diselundupkan jaringan Mustofa dan Sayed dapat digunakan oleh 280 ribu pemakai.
"Menyelundupkan narkotika jenis sabu sejumlah 40 kg, estimasi 1 gram sabunya dipakai oleh sekitar tujuh orang, maka hampir 280.000 orang yang sedianya memakai narkotika itu," imbuhnya.
Dengan demikian, ia meminta agar putusan kasasi nantinya bisa mengembalikan ke putusan pengadilan tingkat pertama. "Tanpa bermaksud intervensi terhadap proses peradilan, dimohon dalam putusan kasasi nanti diputus, sebagaimana putusan pengadilan tingkat pertama," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,