Siswa SD Nyalindung Lewati Sungai Pergi ke Sekolah

Siswa SD Nyalindung Lewati Sungai Pergi ke Sekolah

Siswa SD Nyalindung Lewati Sungai saat hendak pergi ke Sekolah.(BimaAdi)

Purwakarta - Para siswa di Kampung Nyalindung, Desa Sukamukti Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, harus menyebrangi sungai untuk mendapatkan akses ke sekolahnya di SD Negeri Sukamukti 2 Purwakarta.

Desa itu sendiri berada di perbatasan Kabupaten Purwakarta dan Cianjur.
Itu karena tempat tinggalnya di kampung itu, dipisahkan aliran Sungai Cibadak. Dan itu menjadi satu-satunya akses paling dekat dan mudah menuju sekolah mereka. Lebih parah lagi, hal itu berlangsung selama puluhan tahun.

Jarak tempat tinggal menuju sekolah harus ditempuh dengan jarak lebih dari lima kilometer, melewati sempadan sawah dan hutan bambu. "Hampir setiap hari kalau anak-anak sekolah pasti lewati sungai, karena memang sudah puluhan tahun belum dibangun jembatan penghubung," kata Dede Saprudin, salah seorang pengajar di SD tersebut di Purwakarta, Selasa (21/4).

Jika aliran sungai meluap, otomatis para siswa tersebut harus bolos sekolah. Bagaimana tidak, mana bisa bocah kecil ini melewati sungai saat alirannya deras.

"Kalau aliran sungai meluap seringnya bolos sekolah karena selain tidak ada jembatan, juga belum ada perahu untuk menyeberangkan mereka," kata Dede.

Jumlah siswa asal kampung yang dipisahkan aliran Sungai Cibadak ini mencapai puluhan siswa. "Ada sekitar 50-an siswa yang berasal dari Kampung Nyalindung, semuanya kelas 1 hingga kelas 6 SD," tambah Dede. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,