Bandung Jadi Kiblat Semangat 'Smart City' Asia Afrika

Bandung Jadi Kiblat Semangat 'Smart City' Asia Afrika

Acara AASC2015 resmi dibuka oleh Prof Suhono, Ridwan Kamil, Jacqueline Moustache Belle, Ahmad Heryawan di Trans Luxury Hotel Ballroom 2&3.(Putri)

Bandung- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) yang menjadi pembicara pembuka di acara Asia Africa Smart City Summit ( AASCS) 2015 mengatakan, Smart City sebagai tuntutan zaman dan cocok menjadi isu baru bagi Bandung. Bandung sebagai ibu kota Asia Afrika tentu harus jadi kiblat Asia Afrika.

"Kalau dulu Bandung menghasilkan Dasa Sila Bandung, kini smart city pengelolaan kota yang sangat bagus, efisien ramah lingkungan dan ramah teknologi serta biaya rendah ini, harus menjadi bagian penting yang harus direalisasikan di Bandung. Jadi semangat smart city mutlak dibangkitkan," papar Aher di sela kegiatan AASCS di Trans  Luxury Hotel Ballroom 2&3, Rabu (22/4/2015)

Aher mengharapkan, acara ini bisa membangkitkan dasa sila Bandung di mana pada 1955 yang lalu dan AASCS ini mendukung Bandung menjadi smart city terkemuka, dalam bentuk segala macam infrastruktur, anggaran dan segala macam dan fiber optik.

Selain itu, nantinya akan ada kerja sama yang kuat di  antara negara Asia Afrika. Asia Afrika mempunyai sumber daya manusia yang paling banyak yang berada di bagian selatan, dan tentu saja kerja sama selatan-selatan harus kuat. 

Sebab, lanjutnya sering kali orang selatan-selatan punya sumber daya yang paling banyak, tapi tidak merasakan kemakmuran tidak menerima kesejahteraan. Namun orang utara yang sumber daya alamnya biasa-biasa saja bisa bekerjasama dengan selatan, yang untungnya orang utara ini harus jadi semangat.

"Tentunya nanti akan ada south of corporation, nanti akan dirinci sehingga akan ada deklarasi bersama walikota Bandung memimpin deklarasi itu. Dalam konteks Indonesia tentunya menjadikan Bandung sebagai smart city di Indonesia, mengalahkan kota smart city yang lain yang masih merancang," papar Aher.

Lewat semangat baru Asia Afrika ditambah dengan Ridwan Kamil yang mempunyai basic penataan kota, mempunyai keahlian dan kewenangan. Sekaligus dia bisa membuktikan dengan mempunyai kelebihan itu menata kota dengan konsep smart city, dengan mendorong Bandung menjadi smart city terkemuka di Indonesia.

"Bahkan di Asia Afrika kerja sama akan diembuskan dari sini, nanti kita akan cari kota smart city di Asia Afrika yang paling bagus. Kita lakukan studi banding dengan kota lain, untuk dikembangkan saat bersamaaan tidak hanya Kota Bandung, tapi kota-kota lain di Jawa Barat. Jadi Kota Bandung sebagai pelopor smart city," jelasnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,