Tiga Terdakwa Bekerja di Bawah Tekanan DPRD Cimahi

Tiga Terdakwa Bekerja di Bawah Tekanan DPRD Cimahi

Nana Seorang terdakwa Pegawai Negeri Sipil dari Sekretaris DPRD Kota Cimahi tengah mengikuti proses persidangan di Ruang Tipikor PN Bandung Rabu siang(22/4/2015).(TrisDoddy)

Bandung - Sidang kasus dugaan  korupsi surat perintah perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi tahun 2011, kembali digelar di ruang sidang 1 Tipikor, Jalan L RE Martadinata Kota Bandung, Rabu (22/4/2015)

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Ketua Barita Lumban Gaol tersebut menghadirkan 4 orang saksi dari lingkungan DPRD Kota Cimahi yang dimintai keterangan terkait aliran dana perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi tahun 2011 lalu.

Usai keterangan saksi tersebut, tiga terdakwa Pegawai Negeri Sipil dari Sekretaris DPRD Kota Cimahi yaitu Nana, Elis dan Cucu memberikan kesaksian. Cucu menyatakan dirinya tidak nyaman, bekerja di dewan DPRD pasalnya dirinya merasa ditekan dan harus mengikuti semua keinginan dewan.

"Saya bekerja merasa penuh tekanan, hingga pernah bentrok dan adu jotos dengan seorang anggota dewan dan ini semua pernah saya katakan kepada  sekwan. Selain itu sayapun dianggap menghambat kinerja para dewan," ucapnya saat memberikan keterangan.

Hal serupa diutarakan seorang terdakwa Elis yang mengungkapkan pernah diancam akan dilaporkan ke Walikota untuk dimutasikan.

"Saya melakukan semua yang diperintahkan secara terpaksa," ungkapnya.

Selain itu Elis berniat untuk mengembalikan uang yang masih ada ditangannya saat ini, namun tidak tahu harus mengembalikannnya kemana.

"Saya berniat mengembalikan uang senilai 39 juta lebih, tetapi sampai saat ini belum tau kemana harus mengembalikannya," paparnya.

Saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim apakah para terdakwa merasa menyesal, ketiga terdakwa menyatakan menyesal atas kesalahan yang dilakukan mereka terkait kasus perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi tersebut, walaupun kesalahan yang dilakukan oleh para terdakwa ini dalam keadaan terpaksa.

Hingga berita ini diturunkan, sidang akan dilanjutkan kembali pada tanggal (29/4/2015), yang mengagendakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:cimahi,hukum,