Asia dan Afrika Direkomendasikan Smart Digital City

Asia dan Afrika Direkomendasikan Smart Digital City

Proyek Smart City di Jepang.(Foto:Net)

Bandung - Tokyo menjadi contoh kota yang  terbersih, teraman, termudah di seluruh dunia. Proyek Smart City di Jepang, kata Prof. Tosio Obi dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pengembangan real estate, Infrastruktur yang mendasar, Infrastruktur yang pintar, pelayanan hidup, gaya hidup, budaya dan seni. Rabu (22/4/2015).

Prof Tosio menuturkan di Jepang ada 12 proyek Smart City, di antaranya kota daur ulang energi biomas, kota pelayanan perlindungan kesehatan, kota industri, kota pendidikan, dan kota yang berkelanjutan.

Sebagai contoh proyek Yokohama Smart City. Kota dengan jumlah penduduk 3.7 juta jiwa memiliki proyek yang di antaranya adalah menciptakan infrastruktur untuk memfasilitasi “Renewable Energies” dengan skala yang besar, mentransformasi kota menjadi kota yang rendah karbon sambil menjaga dan mengutamakan kenyamanan penduduk.  

“Model yang terbaik untuk Asia dan Afrika adalah dengan terlebih dahulu mencari apa yang menjadi masalah utama di Asia dan Afrika. Sehingga negara-negara Asia dan Afrika dapat mengadaptasi konsep “Five Layer,” ujar Prof Tosio di Trans Luxury Hotel, Ballroom 2&3, jalan Gatot Subroto Bandung. 

Five Layer  mengacu pada perencanaan kota, infrastruktur dasar, infrastruktur pintar, fasilitas layanan hidup, dan budaya serta komunitas. 

Ia merekomendasikan untuk menerapkan “Smart Digital City”.

“Data untuk Smart City lebih terbuka, dan memiliki kekuatan mulai dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Dan yang terakhir adalah melakukan acara konferensi seperti ini,” papar Prof Tosio.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,