Cendramata Liontin Pancawarna di KAA Dibuat dalam 10 Hari

Cendramata Liontin Pancawarna di KAA Dibuat dalam 10 Hari

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung – Dipilihnya batu Pancawarna sebagai cinderamata untuk para delegasi dan kepala negara pada HUT KAA ke 60 ternyata melalui beberapa proses. Dalam waktu 7 hari para pengrajin batu asal Kabupaten Garut, Jawa Barat harus melakukan beberapa proses seperti pembelahan, pemilihan, dan pemisahan. Sedangkan tambahan 3 hari dilakukan untuk pengikatan, pengemasan, dan pensertifikatan.

Menurut pembuat batu cinderamata KAA dari Koperasi Lasminingrat Gem Stone, Kabupaten Garut, Yudi Nugraha, pembuatan cinderamata batu Pancawarna melibatkan 10 orang pengrajin batu.

“4 pengrajin dari Lasminingrat Gem Stone, 3 pengrajin dari Diji Gem Stone, dan 3 pengrajin dari Rik Gem Stone dari Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Total produk yang di buat ada 109 buah, dengan modal bahan baku batu senilai Rp. 300 juta, dan proses pembuatan seperti pengolesan, penggosokan semua dilakukan secara sukarela tanpa ada bayaran,” ucap Yudi di acara Art Craft 2015 di Graha Manggala Siliwangi, Jl. Aceh, Kota Bandung, Kamis (23/4/2015).

Ukuran cinderamata batu Pancawarna yang akan diberikan kepada para tamu KAA yaitu berukuran 3,5 sentimeter dengan ketebalan 8 milimeter.

“Dari bongkahan seberat 60 Kg bisa dimanfaatkan menjadi cinderamata hanya 25 persen. Harga satu liontin batu Pancawarna lengkap dengan sertifikat bisa mencapai Rp. 15 juta,” cetus Yudi.

Ide awal membuat batu Pancawarna menjadi liontin karena Walikota Bandung, Ridwan Kamil mencari batu akik untuk dijadikan cinderamata atau oleh-oleh bagi para tamu KAA.

“Kami selaku orang Garut yang dekat dengan Kota Bandung ingin berpartisipasi mensukseskan HUT KAA ke 60 makanya ikut memberikan cinderamata. Garut itu punya sumber daya alam yang luar biasa dalam bentuk batu, batu Garut sangat pantas dijadikan souvenir KAA karena kualitasnya. Selain itu Pancawarna juga mempunyai ikatan dengan Pancasila yang berbeda-beda tetapi satu kesatuan,” tandasnya.

Batu Pancawarna punya keunikan dalam satu batu berbeda warna namun mempunyai satu keindahan yaitu dalam sebuah batu. Sedangkan hubungan dengan KAA, Pancawarna sebagai simbol 5 negara pencetus KAA, jadi kaitan Pancawarna, Pancasila, dan lima negara pencetus KAA nampak pada Pancawarna.

“Bapak Ridwan Kamil setelah mendapat penjelasan dari pengrajin batu Garut tentang filosofi Pancawarna akhirnya menyetujui batu ini menjadi souvenir untuk HUT KAA ke 60,” serunya.

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,kaa,