KAA di Jakarta Resmi Ditutup Sepakati Tiga Dokumen

KAA di Jakarta Resmi Ditutup Sepakati Tiga Dokumen

KAA di Jakarta Resmi Ditutup Sepakati Tiga Dokumen.(Net)

Jakarta -  Pertemuan tingkat kepala negara Konferensi Asia Afrika (KAA) secara resmi ditutup oleh Presiden Jokowi di Plenarry Hall, Jakarta Convention Centre (JCC) tepat pukul 17.30 WIB.  Dihadiri oleh 89 perwakilan negara dari kedua kawasan, para pemimpin sepakat terhadap tiga dokumen yang telah dibahas sejak di tingkat pejabat tinggi senior (Senior Official Meeting) pada hari Minggu lalu. 

Adapun ketiga dokumen tersebut terdiri atas Pesan Bandung, kemitraan baru strategis Asia Afrika (NAASP), dan deklarasi terhadap perjuangan rakyat Palestina. Jokowi menyampaikan proses penyusunan ketiga dokumen tersebut dilakukan secara terbuka dan inklusif, serta mencerminkan kepemilikan semua pihak. 

"Dengan persetujuan dari Yang Mulia, deklarasi ini akan disahkan menjadi hasil Konferensi Asia Afrika (KAA)," ujar Jokowi di ruang sidang pleno. 

Dia menyebut, agar bisa tercapai kesepakatan, ada rasa antusiasme dan persaudaraan dari kawasan Asia Afrika.  Terhitung sejak Rabu lalu delegasi dari puluhan negara sudah bekerja keras menyusun langkah nyata, untuk memperkuat dan memajukan dunia. 
 
Disebutkan, puluhan negara, bisa bekerja sama dan saling menguntungkan agar dapat mengakomodir kepentingan masing-masing. "Kita juga harus merealisasikan kemerdekaan Palestina dan memastikan dana infrastruktur tersedia," kata Jokowi. 

Sebelumnya, ketika membuka KTT Asia Afrika, Jokowi menyebut dunia masih berhutang kepada Palestina, karena dia menjadi satu-satunya negara peserta KAA, yang hingga saat ini belum bisa meraih kemerdekaan penuh. Hingga saat ini wilayah Palestina masih dijajah oleh Israel. 

Ditegaskan, deklarasi yang disampaikan dalam pertemuan satu pekan ini merupakan bukti kebangkitan kawasan Asia Afrika.  "Oleh karena itu, suara yang disampaikan tidak bisa diabaikan. Dalam konferensi ini, kita gelorakan kembali inti kerjasama selatan-selatan yaitu kesejahteraan, solidaritas dan stabilitas kawasan Asia dan Afrika," katanya. 

Dalam pertemuan KAA tersebut disepakati pula akan dibentuk Pusat Asia Afrika di Indonesia, dan kerja sama maritim menjadi salah satu pilar kemitraan baru Asia Afrika.  "Kita sepakat investasi dan perdagangan sebagai mesin pendorong ekonomi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan lapangan kerja," tutur Jokowi. 

Sementara itu, dengan adanya kerja sama bidang maritim, bisa menjadi jembatan bagi kedua kawasan.  Dalam pertemuan pekan ini, Indonesia dan negara anggota KAA pun, imbuh Jokowi turut mengecam terorisme dan tindak ekstremisme. 

Para delegasi negara peserta KAA selanjutnya akan berangkat ke Kota Bandung pada besok hari, Jumat 24 April 2015 pagi. Utamanya untuk mengenang dan melaksanakan napak tilas pelaksanaan KAA pertama yang berlangsung pada tahun 1955 lalu di kota kembang tersebut.(Jr)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kaa,