Lion Group Bangun Monorel Terintegrasi Bandara Halim Perdanakusumah

Lion Group Bangun Monorel Terintegrasi Bandara Halim Perdanakusumah

Lion Group Bangun Monorel Terintegrasi Bandara Halim Perdanakusumah

Jakarta - Lion Group melalui anak perusahaannya PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) yang bekerja sama dengan PT Adhikarya (Persero) Tbk, untuk membangun monorel yang terintegrasi dengan Bandara Halim Perdanakusuma.

Kepala Humas Lion Air Edward Sirait dalam konferensi pers, Selasa (14/10/2014) mengatakan, monorel tersebut akan menghubungkan Bandara Halim, Jakarta Timur dengan Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat yang juga merupakan titik kedatangan penumpang dari Jabodetabek melalui moda kereta api.

"Monorel ini akan mengangkut 120-180 orang dari pusat kota menuju bandara Halim," katanya.

Dia menyebutkan monorel itu akan dibangun sepanjang 13 kilometer dengan 11 stasiun, yakni Stasiun Dukuh Atas, Four Season, Kuningan Sentral, Casablanca, Menara Kadin, Tegal Parang, Pancoran Tugu, Cikoko, Otista dan Bandara Halim.

Edward mengatakan jika administrasi bisa diselesaikan dengan cepat, pengembangan bandara serta pembangunan monorel akan dimulai pada November mendatang.

Persoalan administrasi tersebut, lanjut dia, yakni dengan pihak TNI AU sebagai pemilik lahan dan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Halim Perdanakusuma.

"Juli atau Agustus tahun depan diharapkan sudah mulai beroperasi," katanya.

Dia menambahkan biaya untuk pengembangan bandara dan monorel 100 persen dari pihak Lion Group, Adhi Karya hanya sebagai kontraktor.

Edward juga mengaku pihaknya sudah menyelesaikan izin kepada pemerintah terkait pembangunan monorel tersebut.

"Saya enggak usah cerita kapan ketemu Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta), pokoknya ini sudah 'clear' (jelas)," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menyebutkan untuk pembangunan monorel tersebut menelan biaya sekitar Rp3 triliun, atau lebih dari setengah biaya pengembangan Bandara Lion Air, sebesar Rp1-2 triliun.

Dia mengatakan tidak ada pembebasan lahan dan pembangunan monorel tersebut tidak berhubungan dengan proyek yang dilakukan pemerintah.

"Kalau menuju Dukuh Atas nanti melewati tiang milik Adhi yang sudah ada. Kan kalau lajurnya adhi yang di-propose (diajukan) dalam Perpres kan begitu, ini hanya sepenggal saja dari jalur itu. Jalur itu sudah disetujui masuk integrasi Jabodetabek," katanya.

Dalam pengoperasian monorel di Bandara, Kiswodarmawan mengaku tidak terlibat, pihaknya hanya sebagai kontraktor dalam pembangunannya saja.

"Dalam pengoperasiannya, Adhi tidak terlibat karena ini monorelnya untuk pelayanan bandara," katanya.

Pengembangan Bandara Halim Perdanakusuma oleh Lion Group tersebut dilatarbelakangi meningkatnya penumpang Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 17,5 persen dan diperkirakan bandara internasional tersebut akan kelebihan kapasitas pada 2020.

Pembangunan bandara tersebut merupakan salah satu rencana strategis Lion Group untuk jangka panjang, selain pengadaan armada dan saran pendukung seperti pusat pelatihan dan pusat perawatan pesawat.

Untuk mewujudkan rencana tersebut telah ditandatangani pengadaan pesawat dengan Boeing, Airbus dan ATR dengan total 742 pesawat dan telah dibangun pusat pelatihan seluas 35 hektare yang berlokasi di Bandara Mas Cengkareng dan Balaraja, Tangerang, berupa fasilitas simulator, ruang kelas serta mess siswa.

Selain itu, lanjut dia, pusat perawatan pesawat telah dibangun dan beroperasi di Batam seluas 28 hektar. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,