Di Tanzania, Orang Albino Diburu untuk Ritual Sihir

Di Tanzania, Orang Albino Diburu untuk Ritual Sihir

Albino Tanzania Yang Menjadi Korban Perburuan. (NET)

Malawi - Di Tanzania, Afrika, anak-anak albino diburu untuk diambil bagian tubuhnya, guna dijadikan bagian dari ritual sihir. Akibat kasus tersebut, orang-orang albino mendapat perlindungan ketat dari polisi dan tentara setempat.

Dilansir Daily Mail, belum lama ini abino adalah kondisi genetik yang menyebabkan tidak adanya pigmentasi pada kulit, rambut, dan mata manusia, sehingga semuanya berwarna putih. Beberapa orang percaya, dengan membuat ramuan dari potongan tubuh seorang albino bisa membuat mereka bahagia, kaya raya, bahkan berumur panjang.
 
Menurut laporan PBB, setidaknya ada 15 orang albino yang sebagian besar anak-anak tersebut telah tewas, terluka, atau diculik di Afrika Timur selama enam bulan terakhir. Untuk itu, pihak kepolisian Malawi diperintahkan untuk menindak orang-orang yang terlibat dalam perdagangan bagian tubuh albino, yakni dengan menembak siapapun yang tertangkap menyerang albino. 
 
"Tembak setiap kriminal yang kejam yang tertangkap basah menculik orang albino," perintah Lexen Kachama, Inspektur Jenderal Polisi Malawi.  "Kita tidak bisa hanya menonton sementara teman-teman kita dibunuh seperti binatang setiap hari," tegasnya.
 
Kelompok hak asasi albino menyerukan perlindungan yang lebih ketat untuk albino, tapi mereka mengatakan bahwa membunuh tersangka tidak akan mencegah kejahatan. 
 
Sebab mereka menawarkan uang dalam jumlah besar demi mendapatkan bagian tubuh, sehingga banyak orang cenderung mengambil risiko demi hadiah yang dijanjikan. Bahkan, jika hal itu terjadi maka harus mengorbankan albino dari keluarga sendiri. 
 
Menurut laporan Palang Merah, orang Albino dijual dengan harga 75 ribu dolar AS, atau setara Rp 800 juta untuk satu bagian tubuh lengkap. Vicky Ntetema, Direktur Eksekutif Under The Same Sun, sebuah organisasi non-profit Kanada pembela hak-hak albino, menginginkan keadilan bagi orang-orang yang diculik, dimutilasi, dan dibunuh.

"Membunuh mereka (pelaku) di tempat tidak akan membantu kami menangkap orang-orang beruang, yang menyewa geng ini untuk terus meneror albino. Kita semua harus bersatu dan menemukan otak pelaku yang bersembunyi di balik pembunuhan," ucap Lexen Kachama. (Jr.)** 
.

Categories:Internasional,
Tags:,