QNB Terhenti, Suporter di Sejumlah Kota Turun ke Jalan

QNB Terhenti, Suporter di Sejumlah Kota Turun ke Jalan

QNB Terhenti, Suporter di Sejumlah Kota Turun ke Jalan.(Net)

Surabaya - Para suporter di sejumlah kota meradang, menyusul terhentinya Kompetisi QNB League karena tidak mendapat izin pertandingan dari pihak kepolisian. Aksi unjuk rasa para suporter sejumlah klub pun melanda sejumlah kota di Tanah Air.

Ketidakpastian izin dari kepolisian setempat disebabkan oleh Menpora Imam Nahrawi, yang merekomendasikan kepada Mabes Polri untuk tidak memberikan izin pertandingan kompetisi QNB League 2015.

Akibatnya, sejumlah laga QNB League yang seharusnya dijadwalkan digelar akhir pekan ini, terpaksa gagal dilaksanakan. Hal itu menyulut kekecewaan suporter klub hingga mereka menggelar demo.

Seperti yang dilakukan ratusan suporter Persebaya yang melakukan unjuk rasa di depan kantor Polrestabes Surabaya, Jumat malam kemarin untuk mendesak aparat kepolisian segera memberikan izin pertandingan.

Pasalnya, hingga semalam belum ada kejelasan terkait izin pertandingan Persebaya menjamu Persiba Balikpapan di Stadion Gelora Bung Tomo. Padahal, laga dijadwalkan akan digelar, Minggu besok.

Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan suporter Arema yang lebih dikenal dengan Aremania. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah titik di kota Malang sepanjang Jumat kemarin, menyusul ketiadaan izin dari aparat kepolisian. 

Serupa dengan Persebaya, Arema Cronus juga batal berlaga dengan PBR dalam lanjutan QNB League, karena masalah perizinan yang tidak keluar. Hal inilah yang memicu para Aremania turun ke jalan. 

Mereka menyuarakan aspirasi agar pertandingan tetap berjalan dan Arema tetap menjadi peserta ISL. Aksi suporter Arema terus berlanjut setelah manajemen secara resmi mengumumkan pembatalan laga pada Jumat malam.

Kemarin, puluhan Aremania bertandang ke Polres Malang untuk menyampaikan aspirasi pada Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto. Namun aksi ini tak berbuah manis, aparat tidak memberikan rekomendasi laga berdasarkan pada surat dari Kapolri dan Menpora. 

Di Kota Malang, sekitar 27 km ke arah Utara, tepatnya di depan Stasiun Kota Malang, Aremania melakuan aksi, menunjukkan kegusaran mereka atas pertandingan yang terancam batal. Kerumunan Aremania di depan stasiun Malang pun sempat melakukan aksi bakar ban menjelang petang.

Di tempat lain, puluhan Aremania juga mendatangi pendopo Kabupaten Malang yang terletak di sekitar Alun-Alun Kota Malang. Mereka meminta dukungan dari Bupati Malang untuk memperjuangan aspirasi mereka, melihat Arema bertanding melawan PBR.

Aremania juga berhimpun di depan Stasiun Kota Baru sejak Jumat petang. Mereka tak henti menabuh genderang, mengibarkan bendera suporter dan menyanyikan berbagai mars Aremania. 

Aksi seperti ini berpotensi menjalar ke kota-kota lain. Pasalnya, tidak hanya Arema dan Persebaya yang gagal menggelar pertandingan, tapi juga klub-klub lainnya. Seperti Persipura yang gagal menjamu Persija Jakarta karena tidak mendapat izin dari kepolisian. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,