Everest di Himalaya Jadi Ajang Pembantaian Pendaki

Everest di Himalaya Jadi Ajang Pembantaian Pendaki

Everest di Himalaya Jadi Ajang Pembantaian Pendaki

Kathmandu  - Seorang tentara divisi gunung India menemukan 18 jenazah di Gunung Everest di mana longsor akibat gempa bumi telah menyapu base camp pendakian.


Sabtu (25/4/2015) siang kemarin Nepal diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter yang sejauh ini diberitakan telah menewaskan 1.400 orang.

Gempa bumi ini dahsyat karena berpusat di darat pada 80 km sebelah timur kota kedua terbesar di Nepal, Pokhara.  Menurut Reuters, gempa ini menjadi sangat mematikan karena episentrumnya dangkal.

Lebih dari 1.000 pendaki berkumpul di base camp itu pada awal musim pendakian ini.

Seorang pejabat dinas pariwisata, Mohan Krishna Sapkota, mengatakan adalah 'sulit bahkan untuk menghitung korban tewas dan lingkup bencana di sekitar Everest."

"Para pendaki tersebar di seluruh penjuru base camp dan beberapa bahkan telah mendaki lebih jauh. Hampir mustahil bisa terhubung dengan siapa pun."

Sekitar 300.000 turis asing diperkirakan berada di berbagai tempat di Nepal untuk trekking dan pendakian musim semi di Himalaya. Para pejabat kewalahan menerima panggilan telepon dari sahabat dan anggota keluarga korban dari seluruh dunia.

Pendaki asal Rumania Alex Gavan mencuit bahwa "ada gempa hebat yang disusul longsor hebat" di base campEverest, yang memaksa para pendaki ini berlarian menyelamatkan diri.

Pada cuitan terakhirnya dia memposting pesan dengan nada putus asa untuk dikirimi helikopter guna mengevakuasi para pendaki yang terluka.

"Banyak yang mati. Lebih banyak lagi yang luka berat. Akan lebih banyak lagi yang mati jika heli tidak segera datang," sambung dia via Twitter.

Di pegunungan Annapurna di mana lusinan tewas akibat kecelakaan terburuk di negeri itu tahun lalu, banyak pendaki yang terjebak akibat gempa bumi itu.  Kesaksian ini diperoleh dari pesan-pesan media sosial, namun tidak ada korban jika yang dilaporkan.

Stan Adhikari, yang mengoperasikan tempat bermalam Mountain House di Pokhara dekat jalur pendakian, mengatakan kota ini tidak terlalu terkena dampak gempa.

Dia berharap jalan-jalan ke kota Kathmandu bisa diakses Minggu (26/4/2015) pagi ini.

Nepal, yang berbatasan dengan India dan Tiongkok, telah lama diterpa bencana alam. Gempa bumi terdahsyat pada 1934 telah menewaskan lebih dari 8.500 orang, demikian Reuters.(Ode)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,