Telkom University Bandung Borong Juara Robot Terbang

Telkom University Bandung Borong Juara Robot Terbang

Seorang peserta menerbangkan pesawat dalam Kompetisi Robot Terbang Indonesia 2014 di Pangkalan Udara TNI-AU Raci, Pasuruan, Sabtu (11/10). Kompetisi Robot Terbang Indonesia yang digelar diikuti 36 tim peserta dari seluruh Indonesia. ANTARA FOTO

Bandung  - Telkom University (Tel-U) Bandung berhasil meraih juara Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2014. Robot itu karya Tim Ababil APTRG dan Tim Bangau dari Telkom University (Tel-U)  di Lapangan Udara TNI AU Raci Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/10/2014).

"Tel-U menurunkan empat tim, dua jadi juara dan dua robot lainnya juara kedua dan ketiga," kata Ketua Tim Pterodrone APTRG Tel-U Yusfi Florianto di Bandung, Rabu.

Pada ajang lomba yang berlangsung 9--12 Oktober 2014 itu empat tim dari Tel-U menyabet juara pada tiap kategori yang dipertandingkan. 

Empat kategori berhasil dimenangkan oleh Tel-U antara lain Juara 1 Kategori Umum Fixed Wing (Tim Ababil APTRG), Juara 2 Kategori Umum Rotary Wing (Tim Bahjan APTRG), Juara 1 Kategori Perguruan Tinggi Rotary Wing (Tim Bangau APTRG), Juara 3 Kategori Perguruan Tinggi Fixed Wing (Tim Pterodrone APTRG).

Ajang kontes robot ini sendiri adalah agenda tahunan yang digagas oleh Dikti dengan skala nasional. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi tuan rumah lomba invitasi itu.

Peserta lainnya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Negeri Lampung (Unila), STIMIK Teknokrat, Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Penilaian didasarkan pada ketepatan dan kemampuan robot dalam menuntaskan misi yang diberikan pada masing-masing tim," kata Yusfi.

Robot terbang dikendalikan dengan cara otomatis sehingga anggota tim hanya memberikan perintah melalui perangkat computer untuk menentukan kordinat yang harus dilalui robot terbang.

"Penilaiannya itu setiap Wahana Terbang harus menyelesaikan misi," katanya.

Robot itu harus mampu terbang secara autonomous atau tanpa dikontrol melalui titik koordinat yang telah ditentukan dan meletakkan muatan pesawat di area yang sudah ditentukan koordinatnya.

"Setelah misi selesai wahana terbang harus kembali lagi dan melakukan pendaratan," kata Yusfi. (Ode)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,