Semarak 'Encore Music, Cooperation #1' di IFI Bandung

Semarak 'Encore Music, Cooperation #1' di IFI Bandung

Lazy Fest ramai didatangi muda-mudi Bandung.(Dadan)

Bandung -  Penyelenggaraan konser lewat metode arisan, menjadi bukti nyata pergerakan para musisi jalur independen di Kota Kembang yang tergabung dalam kelompok Lazy Club. Penyelenggaraan perdana konser bertajuk “Encore Music, Cooperation #1” lalu, Minggu (26/4) menjadi modal penting bagi para peserta arisan untuk menyelenggarakan edisi keduanya.
 
Kejutan yang terjadi pada debut penyelenggaraannya dipastikan kembali terulang pada konser "Encore Music, Cooperation #2” yang kembali dibantu Institut Francais Indonesia (IFI) Jalan Purnawarman 32 Kota Bandung sebagai venue. Semangat para anggota Lazy Club kian berkobar dengan respon positif, yang ditunjukkan pihak IFI Bandung terhadap pergerakan tersebut.
 
Sesuai dengan hasil pengocokan di sela-sela konser sebelumnya, dua band peserta arisan pun terpilih, yakni The Fox and The Thieves dan Spring Summer. Maka keduanya pun berhak tampil sebagai band utama pada konser musik kali ini.
 
Selain menampilkan kedua band tersebut, konser kali ini juga diikuti tiga band undangan seperti halnya pada konser pertama, yang diikuti dua band tamu. Kali ini, konser yang termasuk dalam program berjuluk “Lazy Fest” turut diramaikan penampilan duo Banda Neira, band rock Lamebrain dan band postrock pendatang baru, Ellipsis.
 
Kelima pengisi acara menampilkan pertunjukan musik yang istimewa secara bergantian sejak venue dibuka pada pukul 17.00 WIB. Terlebih bagi dua band utama, panggung kali ini dipastikan menjadi momentum berharga untuk lebih mengeksplorasi kemampuan bermusik mereka di depan para penonton.
 
Beberapa jam sebelum open gate panggung musik, area sekitar venue juga dimeriahkan bazar produk kreatif bertajuk “Lazy Market”. Bazar yang dibuka sejak siang itu menyuguhkan berbagai produk seperti fashion, kuliner dan produk kreatif lainnya seperti dari Omunium, Substore, Hei Guys, Wawbaw, Siwang Terbaik, Yamasurih dan Pemandangan.
 
Nuansa keceriaan pada konser kali ini terpancar dari ekspresi wajah sosok berjuluk Lazyanto yang dijadikan semacam ikon, seperti digambarkan pada poster acara. Berbeda dari pester Lazy Fest pertama yang hanya berisi Lazyanto seorang, pada poster acara kali ini ia dipasangkan dengan seorang perempuan bernama Lazyanti. Kedua tokoh fiktif itu dibuat oleh seniman bernama Mufti Priyanka atau Amenk Coy. (Jr.)**
.

Categories:Musik,
Tags:musik,