Kuasa Hukum Mantan Ketua KONI Jabar Keberatan

Kuasa Hukum Mantan Ketua KONI Jabar Keberatan

Ilustrasi

Bandung - Persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Jabar periode 2008-2009, yang menjerat mantan ketua KONI H.M. Ruslan pada periode itu kembali digelar dengan menghadirkan saksi ahli penyidik.

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan saksi yang meringankan H. Suryana Subrata di ruang sidang 1 Tipikor Pengadilan Negeri, Jalan LRE Martadinata Kota Bandung Senin sore (27/4/2015).

Dalam sidang tersebut, H Surya Subrata mengatakan, program monumental yang dilaksanakan KONI yaitu pelaksanaan PON Kaltim pada tahun 2008, dalam hal ini Ruslam selaku ketua KONI dianggap berhasil menyukseskan ajang olahraga antarprovinsi tersebut.

"Pelaksanaan PON di Kaltim pada tahun 2008, berhasil dilaksanakan ini atas kerja sama yang baik dari pengurus KONI provinsi terutama dari Jawa barat sendiri," ungkapnya saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim di ruang sidang.

Selanjutnya, Naungan Harahap tim kuasa hukum terdakwa mantan Ketua KONI Jabar menyatakan, agak berat melihat penuturan saksi penyidik dari BPKP di ruang sidang.

"Kesimpulannya agak berat, karena dia menitikberatkan pada kerugian negara," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Ketua KONI Jabar Ruslan diduga terkait dalam tindak pidana korupsi dana hibah senilai Rp 5 miliar, yang bersumber dari APBD Jabar tahun anggaran 2008 - 2009. Dalam Kasus tersebut diketahui kerugian negara mencapai Rp 8 miliar. (AY)

.

Categories:Bandung,