Kanada Prioritaskan Makanan Olahan Indonesia

Kanada Prioritaskan Makanan Olahan Indonesia

Jakarta - Indonesia menjadi negara prioritas untuk memasok makanan olahan ke Kanada karena itu keikutsertaan perusahaan nusantara di sejumlah pameran sangat diharapkan untuk lebih memperkenal produknya.

Direktur Eksekutif Trade Facilitation Office Kanada Steve Tipman dalam sambutan di paviliun Indonesia pada pameran makanan olahan SIAL Kanada 2015 di Toronto, Rabu (29/4/2015) WIB, mengajak pengusaha Indonesia memanfaat kesempatan tersebut.

Hadir pada pembukaan itu Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nus Nuzulia Ishak, Dubes Indonesia untuk Kanada Teuku Fazaisyah, Konjen RI di Toronto Julang Pujianto, Direktur Promosi dan Branding Kemendag Pradnyawati dan undangan lainnya. 

Dubes Indonesia untuk Kanada Teuku Fazaisyah mengatakan bahwa sesungguhnya bukan hanya Indonesia, melainkan negara-negara Asia Tenggara menjadi prioritas impor Kanada. 

Dia menilai pengusaha Indonesia hendaknya memanfaatkan secara maksimal kesempatan, termasuk menggunakan fasilitas keuangan yang diberikan pemerintah Kanada kepada negara-negara yang diprioritaskan.

Perdagangan kedua negara sepanjang 2014 mencapai 2,6 miliar dolar AS atau naik 6,82 persen. Nilai Indonesia ke Kanada mencapai 775 juta dolar AS, sementara nilai impornya tumbuh menjadi 1,8 miliar dolar AS.

Untuk makan dan minuman, ekspor Indonesia ke Kanada senilai 18,35 juta dolar AS pada tahun 2014 atau naik 12,46 persen dalam lima tahun terakhir. Produk yang dieskpor, antara lain hasil laut, pasta, nenas, kacang-kacangan, makanan olahan, kopi, gula, gula kelapa, cokelat, dan biskuit.

Dirjen Nus mengatakan bahwa kementeriannya sangat intens memperkenalkan produk makaanan olahan Indonesia kepada Kanada dan pembeli mancanegara, terutama pada makanan olahan berkualitas, aman, dan bersertifikat internasional.

Sejumlah 28 perusahaan peserta pameran dari Indonesia, juga diikuti perusahaan kecil menengah, seperti Ragam Jasa Indah dan Rembyung Sakha.

Rembyung Sakha mengumpulkan hasil panen petani mete di NTT dan gula aren dari pedalaman Banten.

Ke-28 perusahaan Indonesia di SIAL Kanada 2015 adalah Agung Bumi Agro, Aimfood Manufacturing Indonesia, Aquasolve Sanaria, Bamboe Indonesia, Coco Sugar Indonesia, Dolphin, Dua Kelinci, Fortunium, Fruit ING Indonesia, Indofood, Internusa, Intrafood, dan Java Peppers Industries.

Perusahaan lain, Kampung Kearifan Indonesia, Kapal Api Global, Manohara Asri, Marva Coconut Celebes, Mayora Indah, Mustika Ratu, Rambyung Sakha, Natura, Niramas Utama, Pondan Pangan, Ragam Jasa Indah, Sukses Abadi Farmindo, Wilmond, Oey Trading, dan Vitic Enterproses.

Dalam acara pembukaan Salon International de lAlimentation (SIAL) Kanada berlangsung 28-30 April 2015 dan terbesar setelah pameran makanan di Amerika Serikat.

Nus Nuzulia mengharapkan transaksi di paviliun Indonesia mencapai 10 juta dolar AS, atau hampir tiga lipat dari tahun sebelumnya. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,