Bareskrim Sita 300 Item Dokumen dari Distarcip

Bareskrim Sita 300 Item Dokumen dari Distarcip

Bareskrim Sita 300 Item Dokumen dari Distarcip

Bandung -  Tim Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim menyita sedikitnya 300 lebih item dokumen, seusai melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung. Penggeledahan  dilakukan Selasa (28/4/2015) pukul 09.00 WIB, yang berakhir pada Rabu (29/4/2015) pukul 01.00 WIB dinihari.

"Bareskrim membawa 300 lebih item dokumen (dari penggeledahan)," ujar Kadistarcip Kota Bandung H. A. Maryun saat ditemui di ruangannya, Rabu (29/4/2015).

Tim Bareskrim hanya melakukan penggeledahan terkait dokumen dan tidak ada interogasi. Penggeledahan dilakukan di dua ruangan gedung Distarcip. Yakni ruang Sekretaris Distarcip yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dan ruang bidang tata bangunan.

Maryun menjelaskan, yang diperiksa Bareskrim mencakup dokumen dalam bentuk hardcopy maupun file yang berada dalam komputer.  Saat penggeledahan dilakukan, ia berada dalam posisi stand-by di kantor untuk mendampingi tim Bareskrim. Saat itu, dia ditugasi untuk memberikan data-data yang diminta dalam rangka melengkapi berkas penyidikan.

Menurutnya, jika proses penggeledahan yang berlangsung hingga belasan jam tersebut tidak sampai mengganggu kinerja Distarcip. Kinerja dan aktivitas Distarcip pada Rabu, berjalan dengan normal. "Kita ikuti proses hukum. Kita dukung," lanjutnya.

Ada beberapa titik fokus pencarian dari Tim Bareskrim, yaitu tim Bareskrim kemungkinan memeriksa semua berkas atau dokumen terkait pembangunan Stadion GBLA sejak proses pelelangan dilakukan. Selain itu, terkait konstruksi hingga dokumen terbaru pun tak luput dari pemeriksaan tim Bareskrim.

"Sejauh ini jajarannya yang resmi dinyatakan tersangka dugaan korupsi pembangunan Stadion GBLA baru satu orang, yaitu Sekretaris Distarcip YAS," ujarnya.

Namun saat ini YAS masih aktif beraktivitas di Distarcip, karena memang belum ada penahanan. Seandainya nanti ada proses penahanan, Maryun menyatakan akan ikuti aturan kepegawaian. "Kami sangat terbuka, tidak ada yang ditutupi dari pihak penyidik," tambah Maryun.

YAS sendiri tersandung kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion GBLA di kawasan Gedebage. Dugaan kasus korupsi tersebut diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp 545 miliar. Untuk mengusut dugaan korupsi ini, Tim Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim melakukan penggeledahan di kantor Distarcip Kota Bandung. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,