Sejuta Buruh Serukan 10 Tuntutan di May Day 2015

Sejuta Buruh Serukan 10 Tuntutan di May Day 2015

Ilustrasi. Aksi teatrikal yang menggambarkan keterpasungan nasib buruh mewarnai aksi May Day di bundaran HI. (Foto:Net)

Jakarta  - Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) hari Jumat 1 Mei 2015, sekitar satu juta buruh akan turun ke jalan.Peringatan tersebut  akan menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintahan Jokowi-JK.
 
Mengenai aksi May Day 2015 ini bertemakan "Akhiri Keserakahan Korporasi dan Wujudkan Negara Kesejahteraan".  Aksi pun akan dimulai dengan mengadakan long march, mulai dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara.
 
Khusus untuk massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesiav(KSPI), dengan jumlah hampir 100 ribu buruh, nantinya pada pukul 13.00 WIB, setelah dari Istana Negara akan bergerak menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, untuk merayakan May Day Fiesta hingga pukul 17.00 WIB.
 
Menurut Sekjen KSPI Muhammad Rusdi, dasar ke-10 tuntutan buruh itu sangat jelas. Sebab dia menilai, selamanya buruh dan rakyat tidak akan hidup sejahtera akibat rakusnya para penguasa. "Selama ini KSPI menilai selama perusahaan besar atau korporasi besar tidak mau sharing profit secara fair dalam bentuk upah layak, jaminan sosial dan pajak untuk mewujudkan kesejahteraan buruh dan serta menanggulangi kemiskinan rakyat Indonesia. Sehingga selamanya buruh dan rakyat tidak akan sejahtera akibat rakusnya para pengusaha tersebut," kata Rusdi dalam konferensi pers KSPI di hotel Mega Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4).
 
Rusdi menjelaskan, nantinya aksi May Day juga akan serentak dilakukan di berbagai kota. Bukan hanya akan dilakukan di Ibukota. "Selain di Jakarta, aksi May Day juga akan dilakukan di kota lain. Dimulai dari Aceh, Sumut, Kepri, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulsel, Sulut, Gorontalo, Kaltim, Kalsel, Papua dan daerah lainnya," tambahnya.


Di daerah, massa buruh akan melakukan aksi May Day di daerah masing-masing menuju pusat pemerintahan daerah, seperti kantor Gubernur, Walikota, dan Bupati masing-masing daerah.
 
Berikut 10 tuntutan buruh 
1. Tolak titik upah murah dengan menuntut kenaikan UMP/K sebesar 32 persen.
2. Mendesak pemerintah untuk menjalankan jaminan pensiun buruh wajib pada awal Juli 2015 dengan manfaat pensiun 60 persen hingga 75 persen dari gaji terakhir (seperti PNS).
3. Mendesak pemerintah menambah anggaran Jamkes Rp30 T dari APBN.
4. Mendesak pemerintah untuk segera menghapus sistem kerja Outsourcing khususnya di BUMN.
5. Menolak kenaikan harga BBM, elpiji, TDL sesuai harga pasar.
6. Mendesak pemerintah untuk menurunkan harga barang pokok.
7. End Coorporate Greed.
8. Mendesak untuk mencabut aturan tentang objek vital dan stop tindakan union busting dan kekerasan terhadap aktivis buruh.
9. Angkat guru dan pegawai honorer menjadi PNS tanpa tes lagi.
10. Sahkan RUU PRT, revisi UU perlindungan TKI dan revisi total UU PPHI. 
 
Sedikitnya 50 ribu buruh Bekasi akan berangkat ke Jakarta, untuk memperingati Hari Buruh Internasional, Jumat 1 Mei. Mereka akan bergabung dengan buruh dari beberapa daerah lain, untuk berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cabang Bekasi Budi mengatakan, buruh akan menyampaikan beberapa tuntutan dalam May Day tahun ini. 
 
Di antaranya, mendesak pemerintah menambah komponen hidup layak menjadi 84 item, menagih janji Jokowi menaikkan upah selama tiga tahun sekali, menurunkan harga bahan pokok, dan meminta perlindungan kekerasan pada buruh. 
"Tuntutannya tak jauh berbeda dari tahun lalu," katanya, Rabu (29/4/2015).


Para buruh Bekasi tersebut rencananya akan berangkat ke Jakarta dengan menggunakan seribu bus sekitar pukul 06.30 WIB pagi. Satu jam kemudian, diperkirakan tiba di Bundaran HI. 
 

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Bekasi AKBP Rickynaldo Chairul menyampaikan, pihaknya akan menurunkan sebanyak 2.198 personel, untuk mengamankan May Day. Mereka ditempatkan di 67 titik pengamanan di 14 kawasan industri. "Sudah kami siapkan semua, personel akan ditempatkan di 67 titik rawan," katanya.


Kasat Lantas Polres Kabupaten Bekasi Kompol Andi Baso Rahman manyampaikan, pihaknya akan melakukan buka tutup arus lalu lintas secara fluktuatif. Penjagaan akan difokuskan di pintu-pintu tol. "Di sana akses utama para buruh menuju Jakarta," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,