Karyawan Indofarma Tuntut Perusahaan Kembalikan Gaji

Karyawan Indofarma Tuntut Perusahaan Kembalikan Gaji

Karyawan Indofarma Tuntut Perusahaan Kembalikan Gaji.(Net)

Bandung - Sejumlah karyawan PT. Indofarma yang diputus hubungan kerjanya menuntut perusahaan untuk melaksanakan anjuran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bekasi yakni kembali bekerja ke jabatan semula dan mengembalikan gaji yang telah dipotong.

"Kami menuntut hak kami, kami minta Indofarma melaksanakan anjuran dari Disnaker yaitu mengembalikan kami ke posisi semula," kata Ketua Umum Serikat Pekerja PT. Indofarma juga korban karyawan yang dipecat, Johan Wahyudi disela-sela sidang kasus gugatan karyawan kepada PT. Indofarma di Pengadilan Hubungan Industrial, Bandung, Jabar, Rabu (29/4/2015).

Ia mengatakan, selain menuntut anjuran Disnaker, penggugat juga menuntut PT. Indofarma melaksanakan anjuran Komnas HAM yakni hak karyawan yang sudah diambil untuk dikembalikan.

Anjuran Komnas HAM itu, kata dia, tertuang dalam surat keputusan Nomor 007/R/Mediasi/1/2015 pada 20 Januari 2015 yakni merekomendasikan agar semua hak karyawan yang di PHK dipenuhi tuntutannya.

"Untuk itu kami gugat perusahaan ke Pengadilan Hubungan Industrial agar majelis hakim mengesahkan anjuran Disnaker dan Komnas HAM yakni mengembalikan hak kami," kata Johan.

Ia menuturkan, gugatannya ke Pengadilan itu berawal dari pemecatan 16 karyawan termasuk dirinya oleh PT. Indofarma pertengahan tahun 2014.

Tindakan pemecatan yang dilakukan Direksi itu, kata dia, terkesan sewenang-wenang dan arogan tanpa mempertimbangkan alasan yang jelas dasar pemecatan itu.

"Ini terjadi karena perselisihan, lebih kepada ketidak sukaan pada kita, kami sendiri tidak tahu kesalahan yang dilimpahkan pada kita, seperti pemakjulan atau pelemahan Serikat Pekerja," katanya.

Ia mengungkapkan, karyawan yang dipecat itu sudah mengabdi bekerja lima sampai 26 tahun dan tidak pernah bermasalah atau besangkutan melanggar hukum.

Menurut dia, pemecatan terhadap 16 karyawan itu terjadi setelah Direksi baru PT. Indofarma yang dipimpin oleh Direktur Utama Arif Budiman.

Direksi, lanjut dia, alasan pemecatan berdasaran laporan temuan pemeriksaan BPK RI tertanggal 22 Mei 2014.

"Padahal bentuk laporan masih draft, tapi Direksi menjadikan itu untuk memutasikan, mendemosikan dan mengfusionalkan ke 16 karyawan," katanya.

Selain memutuskan mutasi sampai memfungsionalkan karyawan itu, lanjut dia, perusahan juga meminta untuk kembalikan upah yang sudah diterima di tahun sebelumnya.

"Besaran upah yang harus dikembalikan berbeda-beda ada yang Rp40 juta sampai Rp90 juta per-orangnya," katanya.

Selanjutnya Direksi juga menurunkan jabatan ke 16 karyawan itu, karena dianggap promosi jabatan tidak memenuhi unsur.

"Kami diturunkan jabatan oleh Direksi yang baru tanpa penjelasan penurunan jabatan, padahal itu hak karyawan," katanya.

Sementara itu, agenda sidang lanjutan kasus gugatan terhadap PT. Indofarma menghadirkan tiga saksi mantan karyawan yang mengetahui proses pemecatan.

Sidang dengan Hakim Ketua Wasdi Permana SH, MH, dan Hakim Anggota Toni Suryana SH. MH, serta Hakim Anggota Totoh Buchori, SH. MH.

Sedangkan dari pihak perusahaan atau tergugat diwakili Kuasa Hukumnya, Ngurah Anditya Ari Finanda, SH. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,demo,