PAD Tak Terpengaruh Berkurangnya Iklan Rokok

PAD Tak Terpengaruh Berkurangnya Iklan Rokok

Pemkot Bandung akan membatasi reklame dan iklan rokok di tempat umum dukung Perwal dan PP No. 9 Tahun 2012. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung menegaskan bahwa PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Bandung tidak akan berkurang, meski pembatasan reklame rokok akan segera dikurangi. Berdasarkan Perwal dan Peraturan Pemerintah No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Adiktif Tembakau.

Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Arief Prasetya, dalam Perwal tersebut dijelaskan beberapa daerah larangan reklame rokok. Misalnya di sekolah, kampus, rumah sakit, perkantoran dan perumahan.

“Di aturan itu dijelaskan pembatasan tempat reklame rokok, mana saja yang boleh dan mana yang tidak. Kami bekerjasama dengan Satpol PP kerap melakukan penertiban reklame nakal dan melanggar terutama untuk produk rokok. Pembatasan dan penertiban reklame rokok sangat baik dan berguna, meski tarif untuk rokok lebih mahal di banding produk lain. Tetapi kita yakin pembatasan reklame rokok tidak akan mengurangi PAD,” tegas Arief saat ditemui di Plaza Balaikota Bandung, Jl. Wastukancana, Rabu (29/04/2015).

Aturan yang harus ditegakkan untuk menertibkan dan merapikan reklame di Kota Bandung harus ada kerja sama antara beberapa pihak.

“Aturan tentang pemasangan reklame yang benar yaitu reklame dibuat tidak terlalu besar, sehingga tidak mengganggu penglihatan orang atau atau ada bangunan yang tertutupi. Selain itu pemasangan reklame juga tidak boleh melintang dan mengganggu fasilitas atau tempat umum,” seru Arief. 

Saat ini Pemkot Bandung masih terus menggenjot dan membahas tentang pembatasan reklame rokok di Kota Bandung. Ke depan Walikota Bandung Ridwan Kamil mengingingkan Kota Bandung bebas dari reklame dan iklan rokok. Namun hal itu akan dilakukan secara bertahap. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,