Indonesia Jadi Tamu Khusus Frankfurt Book Fair

Indonesia Jadi Tamu Khusus Frankfurt Book Fair

Ilustrasi.(Foto:Net)

Jakarta  - Menjelang "Frankfurt Book Fair" (FBF) pada 13-18 Oktober 2015 di Jerman, Indonesia sebagai tamu kehormatan FBF telah menyiapkan sejumlah aspek, yang akan dipamerkan dalam pameran buku terbesar di dunia itu.

"Sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Komite Nasional yang kami bagi lagi ke dalam beberapa komite, yakni penerjemahan; buku dan eksibisi; pertunjukan, pameran dan seminar; kuliner, anak dan pelajar; serta desain paviliun dan stan," kata Ketua Komite Nasional Goenawan Mohamad dalam konferensi pers "Persiapan Indonesia di Frankfurt 2015" di Jakarta, Kamis (30/4).

Sastrawan ternama Indonesia itu mengatakan, Indonesia tidak boleh gagal menjadi tuan rumah dalam pameran buku yang sudah dihelat 500 tahun itu, meski hanya memiliki persiapan satu tahun. Komite FBF memilih Indonesia sebagai tamu kehormatan karena tingkat literasi Indonesia yang tinggi, kemerdekaan berekspresi dan keanekaragaman tanpa batas yang akan menarik minat warga dunia khususnya Jerman.

Dalam pameran yang diikuti lebih dari 100 negara ini, pemerintah berupaya membawa karya penulis Indonesia mendunia dengan menerjemahkannya ke bahasa Jerman dan Inggris.

Komite Penerjemahan yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menargetkan lebih dari 200 judul buku Indonesia bisa mendapatkan subsidi penerjemahan agar nantinya ditampilkan dalam pameran.

Sejauh ini, 144 judul buku diputuskan layak menerima subsidi, antara lain 54 judul berbahasa Jerman, 89 judul berbahasa Inggris dan satu judul dalam bahasa Belanda. Sebanyak 70 penulis Indonesia, termasuk 40 sastrawan dan penyair, akan diundang ke Frankfurt untuk menarik minat pembaca Jerman.

"Penulis yang kami bawa tidak hanya menarik bagi publik, tetapi juga menarik untuk kalangan profesional, seperti penerbit karena kami punya dua target, yakni sebagai penyelenggara dan market buku," kata perwakilan dari Komite Buku dan Eksibisi, Laura.

Sebagai tamu kehormatan, Indonesia memiliki enam stan di FBF, yakni stan nasional, buku anak, stan komik, buku kuliner, buku seni dan buku digital. Selain buku dan karya sastra yang akan ditampilkan Indonesia, pameran lain seperti seni rupa, arsitektur, foto, aksara kuno, film nasional dan kuliner juga akan meramaikan FBF bertema "17.000 Island of Imagination" itu. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:pendidikan,