Praktisi Kehumasan Miliki Posisi Strategis Masuki MEA

Praktisi Kehumasan Miliki Posisi Strategis Masuki MEA

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Praktisi kehumasan memiliki posisi strategi saat memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dengan memberikan pandangan positif kepada masyarakat, kata Ketua Umum Perhumas Agung Laksamana di Bandung, Kamis (30/4/2015).

"Peran Humas atau public relations sangat strategis, tak hanya bagi perusahaan atau instansi tapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan informasi saat memasuki MEA 2015," kata Agung Laksamana pada Forum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia di GSG Bio Farma Kota Bandung.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Perhumas meyatakan para praktisi profesi kehumasan siap mendukung MEA 2015 dan forum ini akan berbagi dengan stakeholder lainnya untuk memastikan informasi dan peluang MEA bisa tersampaikan secara maksimal.

Perhumas menurut dia memili peran untuk memberikan pandangan tentang keseiapan, tantangan dan peluang MEA agar mampu meningkatkan nilai lebih dari perusahaan atan institusi serta pemerintah baik regional maupun nasional.

"Perannya sangat penting dan bisa mengambil peluang untuk bisa memaksimalkan potensi dan keunggulan lokal baik aspek ekonomi, sosial dan budaya yang terintegrasi," kata Agung yang juga Direktur Country Corporate Affair Citibank Indonesia itu.

Ia menyebutkan, kesiapan dalam menghadapi AEC tentunya memerlukan peran aktif dari praktisi public relations atau humas yang didukung peningkatan kerja sama pengembangan kompetensi dan profesionalisme kehumasan.

Agung Laksamana menyebutkan, tema pertemuan forum bertema Public Relation mencermati peluag dan keuntungan memasuki MEA 2015 menurut dipilih untuk mengidentifikasi apa saja yang perlu disiapkan dalam menghadapi AEC itu agar mampu menciptakan, memelihara dan mempertahankan hubungan baik organisai, korporasi dan akademisi dengan berbagai stakeholder.

"MEA sudah di depan mata, harus disikapi secara fokus, serius dan bijak. Jadikan MEA sebagai peluang untuk bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki, disisi lain bisa meminimalisasi dampaknya secara maksimal," katanya.

Sementara itu Ketua Perhumas Wilayah Bandung N Nurlaela Arief menyatakan pertemuan Perhumas di Kota Bandung diikuti oleh 150 orang yang mewakili dari aspek public relation BUMN, BUMD, Swasta, lembaga pemerintah dan akademisi.

"Peran humas kian stategi bagi perusahaan dan institusi, terutama dalam menentukan hubungn harmonis baik secara internal maupun eksternal, terutama menjelang MEA 2015," kata Nurlaela menambahkan. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,

terkait

    Tidak ada artikel terkait