May Day, Jualan Para Pedagang pun Laris Manis

May Day, Jualan Para Pedagang pun Laris Manis

Buruh wanita saat ikut aksi May Day banyak yang istirahat makan bakso. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – Tidak hanya dipadati kaum buruh, acara May Day di depan Gedung Sate juga dipenuhi oleh pedagang makanan dan minuman. Mulai dari Bakso, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Kacang Rebus. Contoh, pedagang Bakso Malang, Mujiono, saat berdagang kecipratan untung  berjualan bakso di tempat orang berunjuk rasa.
 
Pengakuan Pedagang Bakso, Mujiono, banyaknya buruh yang beristirahat sambil membeli bakso membawa untung tersendiri baginya.
 
“Dagangan lumayan cukup laris dibanding hari biasa, banyak buruh yang beli bakso terutama buruh wanita. Mereka sambil istirahat karena cape demo pada beli bakso, alhamdulilah," jelas Mujiono di depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (01/05/2015).
 
Saat berdagang di acara May Day, Mujiono mengutarakan keuntungannya lumayan naik bisa 2 kali lipat. “Tadi saja baru nongkrong beberapa jam, pendapatan sudah lumayan. Beberapa ratus ribu sudah saya kantongi dengan duduk saja buka jualan di area demo," cetus Mujiono.
 
 
Untuk berjualan di acara demo buruh May Day, Mujiono tidak melakukan persiapan khusus, dirinya hanya membawa bakso dagangannya seperti hari biasa. Stoknya tidak di tambah, atau membawa lebih barang jualannya.
 
“Ya bakso yang saya bawa sekarang jualan, jumlahnya sama seperti hari biasa tidak lebih dari yang rutin dibawa jualan. Bedanya kalo lagi ada acara demo barang jualan cepat habis," cetus pria asal Klaten.
 
Iya tidak menjual mahal baksonya, Mujiono hanya menjual bakso dari harga Rp 6.000 hingga Rp 10.000. Adanya aksi demo sangat membawa untung bagi dirinya, selain pendapatannya meningkat, ia juga tidak perlu capek keliling karena bakso sudah pasti laris saat di gelar di area demo buruh. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:demo,