Perusak Tanaman Diharapkan Segera Mengaku

Perusak Tanaman Diharapkan Segera Mengaku

Walikota Bandung H. Ridwan Kamil.(Foto:dok/cikalnews)

Bandung -  Walikota Bandung Ridwan Kamil tidak akan mencari tersangka perusakan fasilitas publik di sekitar Jalan Asia Afrika. Hal itu diungkapkannya, setelah menerima permohonan maaf dua oknum pelaku perusakan di Pendopo Kota Bandung tadi pagi.

"Untuk yang lain, mending mengaku langsung seperti ini meminta maaf. Saya tidak akan mencari tetapi menunggu, terutama untuk yang memegang nama-nama negara perserta KAA," ujar pria yang sering disapa Emil di kawasan Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Jumat (1/5/2015)

Sebelumnya, kekecewaan Emil atas perusakan fasilitas umum di kawasan Asia Afrika telah menimbulkan perdebatan di dunia maya. Tak sedikit warga Kota Bandung ikut merasa kesal dan membuli 'tersangka' yang diketahui masih warga masyarakat Bandung sendiri. Merasa bersalah, sebelumnya dua 'tersangka' meminta maaf secara terbuka di jejaring sosial. Keduanya bernama Fadil Simeray dan Kusnadi.

Fadil Simeray dan Kusnadi diberi  3 hukuman oleh Emil. Pagi tadi mereka dihukum push up  di Pendopo Kota Bandung. Siangnya pada pukul 15.00 WIB mereka akan mengepel trotoar dari Jalan Braga Pendek ke Jalan Braga Panjang. Sedangkan untuk hukuman ketiga, mereka harus memposting foto atau tulisan dengan tema cinta Bandung selama 30 hari berturut-turut.

Meski perbuatan kedua oknum itu tidak merusak secara fatal, Emil mengharapkan pemberitaan hukuman warganya itu bisa menjadi renungan bagi warga Bandung. Terutama untuk oknum yang diduga mengambil plat nama negara di Tugu Asia Afrika.

"Itu adalah tindakan yang klepto. Berarti ada barang negara yang diambil. Kami juga dapat laporan kalau payung di sekitar Pasar Baru diambil oleh kenek Elf Malangbong. Saya nunggu mereka ngaku aja. Untuk sanksi menyesuaikan aja," pungkas Emil. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:kaa,