AMP Tuntut Kemerdekaan Papua Barat

AMP Tuntut Kemerdekaan Papua Barat

Aliansi Mahasiswa Papua gelar teatrikal diperingatan May Day. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – Di hari peringatan May Day, AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) menggelar aksi solidaritas, dengan menggelar aksi teatrikal di depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung. Dalam aksinya mereka mengkritisi sikap pemerintah Jokowi – JK yang dinilai masih belum menyejahterakan rakyat Papua. Bahkan, kekerasan di tanah Papua sampai saat ini masih dilakukan oleh para oknum militer baik TNI dan Polri.

 

Menurut koordinator lapangan AMP, Naskoroba, AMP menuntut agar pemerintah Indonesia menarik pasukan Kodam, Kodim, Korem, dan Babinsa dari seluruh tanah Papua. Sebab telah menyakiti dan banyak bertindak kasar kepada masyarakat Papua.

 

“Segera tarik pasukan militer dan Daerah Operasi Militer di Papua, karena ini merupakan kejahatan Republik Indonesia melalui kaki tangan militer di tanah Papua. Rakyat ingin kondisi keamanan Papua tetap terjaga dan kekerasan oleh militer ke rakyat sipil tidak ada,” seru Naskoroba saat perayaan May Day di depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (01/05/2015).

 

Selain menuntut agar pemerintah menarik militer dari tanah Papua, AMP juga menuntut pemerintah agar menghentikan eksploitasi SDA di tanah Papua oleh kaum imperialis dan kapitalis.

 

“Tutup seluruh perusahaan pertambangan milik kaum kapitalis .seperti Freeport dan yang lainnya. Berikan juga kami kebebasan dalam menentukan hak dan nasib sendiri bagi rakyat Papua,” cetus Naskoroba.

 

Aksi teatrikal yang dilakukan oleh AMP diilustrasikan dengan cara membaringkan tubuh ke jalan, sambil dilumuri cairan hitam dan tertidur layaknya patung hidup. Aksi itu bentuk kritikan ke pemerintah sebagai simbol selama ini masyarakat Papua hanya seperti patung hidup, yang tidak bisa bergerak dan menentukan kemerdekaan nasib. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,demo,