Sistem Lelang Infrastruktur Dinilai Kurang Tepat

Sistem Lelang Infrastruktur Dinilai Kurang Tepat

Ilustrasi

Bandung - Komisi IV DPRD Jawa Barat menilai sistem lelang atau tender untuk perbaikan dan pembangunan di bidang infrastruktur dinilai kurang tepat karena masih mengacu pada penawaran tender terendah atau termurah.

"Selama ini kami menilai sistem tender masih kurang tepat, terlebih hal itu akan berpengaruh pada kualitas pembangunan maupun perbaikan sebuah proyek infrastruktur yang ada," kata Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Ali Hasan, di Bandung, Minggu (3/5/2015).

Ia mencontohkan, karena sistem tender yang masih mengacu pada harga terendah maka banyak proyek pembangunan atau perbaikan infrastruktur jalan yang cepat rusak.

"Ini berlaku untuk infrastruktur jalan yang dikelola pemerintah pusat, provinsi maupun jalan kabupaten/kota. Itu ujung-ujungnya kualitasnya jelek," kata dia.

Padahal kualitas sebuah jalan, kata dia, ditentukan oleh lima faktor seperti kondisi lahan jalan, masalah genangan air banjir, tonase kendaraan, pengawasan yang sangat lemah dan sistem tendernya.

"Dan juga sistem tender yang kurang memerhatikan aspek kualitas. Mestinya penawaran  tender yang diambil itu jangan yang terendah, tetapi yang bisa menjaga kualitas dengan penawaran di atas 85 persen," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah pusat  merevisi sistem lelang atau tender pada pengerjaan proyek infrastruktur di Provinsi Jabar.

"Sehingga revisi sistem tender pun bisa menghasilkan kualitas pembangunan infrastruktur yang sangat baik," kata dia.

Revisi sistem tender tersebut, lanjut Ali, sangat penting karena hal itu akan berpengaruh pada kualitas infrastruktur di Provinsi Jawa Barat.

"Kemudian, pengawasan pun harus diperketat. Seperti halnya pada masalah di jembatan timbang yang kurang berfungsi. Mestinya peranan jembatan timbang bisa lebih optimal lagi," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,