Eka Santosa Ubah Hutan Gundul Jadi Eko Wisata

Eka Santosa Ubah Hutan Gundul Jadi Eko Wisata

Beginilah suasan di Eko Wisata Alam Santosa. (Foto : ADE/CikalNews)

Bandung – Sejak tahun 2.000 tokoh Jawa Barat, Eka Santosa sudah melirik tanah kosong nan gersang di daerah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung untuk dihijaukan dan dijadikan kawasan Eko Wisata. Tanah ini, seluas 4,5 hektar yang kini menjadi tempat Eko Wisata Alam Santosa mulai disulap secara bertahap oleh Eka Santosa pada tahun 2001.

 

Menurut Eka Santosa, pemilik tempat Eko Wisata Alam Santosa, dahulunya kawasan Alam Santosa adalah daerah gundul yang termasuk sebagai lahan kritis di daerah Kabupaten Bandung.

 

“Saat itu tanah di sini masih dijual murah hanya Rp 200.000/tumbak. Saya membelinya secara bertahap hingga saat ini bisa jadi Eko Wisata seluas 4,5 hektar,” aku Eka Santosa di acara Pinton Ajen Karancagean di Alam Santosa, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung belum lama ini.

 

Eka menambahkan, untuk membuat daerah yang tadinya hutan gundul dan gersang, Eka melakukan restorasi alam dengan melakukan penanaman pohon di setiap luas tanah yang dibelinya.

 

“Saat ini pohon yang sudah ditanami sudah mencapai 500.000 pohon. Dari restorasi alam itu saya bisa mengubah kawasan gersang menjadi kawasan hijau sebagai tempat Eko Wisata,” tambahnya.

 

Selain kawasan Alam Santosa penuh dengan pepohonan dan beberapa tanaman langka, di tempat ini juga berbagai bangunan arsitektur bergaya Sunda tampil dengan kokoh berwujud rumah panggung.

 

“Arsitek rumah panggung disini memang mengambil gaya arsitek khas Sunda layaknya rumah panggung di kampung adat Jawa Barat. Kayu-kayu yang digunakannya pun khusus dari kayu lokal asal Sunda,” papar Eka Santosa.

 

Mengubah kawasan gersang menjadi tempat Eko Wisata terilhami Eka saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke negara Korea Selatan. “Saya menilai negara Korea Selatan bisa maju, karena semua warganya mencintai alam. Saya sengaja membuat Alam Santosa untuk mengajak warga agar lebih mencintai alam dan mengenang masa lalu. Di tempat ini semua peralatan dan perkakas khas Sunda ditampilkan,” terang Eka Santosa.

 

Di Eko Wisata Alam Santosa, Eka sengaja menampilkan koleksi lesungnya yang berjumlah 460 buah. “Lesung sebanyak 460 buah ini adalah lesung asli Jawa Barat. Kita sengaja menampilkan berbagai lesung asal Jawa Barat untuk mengingatkan proses pengolahan padi pada saat itu begitu panjang, untuk mengenang masa lalu juga,” pungkasnya. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,