Hipmi Angkat Produk Unggulan Desa

Hipmi Angkat Produk Unggulan Desa

ilustrasi. (Net)

Bandung - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bandung menggulirkan gerakan mengangkat produk unggulan kelurahan dan desa dengan memberikan fasilitasi pemasaran.

"Kami ingin di setiap daerah di Bandung itu memiliki produk UKM yang khas, berkualitas, dan memiliki daya jual tinggi. Selain itu, kami juga memfasilitasi pasar bagi mereka," kata Ketua BPC Hipmi Bandung Nurana Indah Paramita di Bandung, Senin (4/5/2015).

Menurut dia pencetakan pelaku usaha baru sebagai hal yang positif, namun lebih efektif bila mereka disertai dengan jaringan pasar yang siap.

"Produk mereka harus dipastikan terdistribusikan, dan itu butuh jaringan. Jaringan yang ada saat ini, jangan terfokus pada produk yang telah ada, juga harus terbuka untuk produk dari pelaku usaha lainnya," kata Nurana.

Artinya, katanya, selain mencetak para pelaku baru, perlu juga dilakukan pencetakan para pelaku distribusi dan pemasaran, sehingga semua produk dari pelaku bisnis terpasarkan secara optimal.

Ia menyebutkan para pelaku usaha tidak perlu khawatir berbisnis di Bandung, pasalnya sebagai "Kota Jasa", apapun yang dibikin di "Kota Kembang" itu, dipastikan menjadi produk yang diperhitungkan pasar.

"Bandung memberikan garansi produk, dan itu harus dipertahankan dan tentunya dijaga kepercayaan itu," katanya.

Ia menyebutkan, Hipmi Bandung ingin mencetak 365 pengusaha baru di Bandung.

"Jadi ibaratnya kami ingin setiap hari mencetak satu pengusaha baru," katanya.

Program pemerintah dengan istilah "One Village One Product" harus ditangkap dan menjadi semangat untuk memunculkan potensi, kreasi, dan inovasi produk dengan memaksimalkan potensi di daerah masing-masing.

Program itu, kata dia, bisa menjadi "tools" dalam pengentasan kemiskinan.

Namun tak hanya sebatas mencetak pengusaha baru, katanya, melainkan juga bagaimana membuat pengusaha UKM baru tersebut memiliki usaha yang terus berkelanjutan dan berkembang. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,