Bandung Timur Prospektif bagi Permukiman

Bandung Timur Prospektif bagi Permukiman

ilustrasi. (Net)

Bandung - Prospek wilayah Bandung Timur dinilai bagus dengan berbagai infrastruktur yang akan dibangun seperti fly over Pasteur - Ujungberung, interchange Gedebage, monorel maupun tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan.

"Infrastruktur yang akan dibangun itu membuat konektivitas di Bandung Timur semakin bagus. Itu membuat Bandung Timur ibarat primadona yang menarik," kata pengamat Tata Kota Institut Teknologi Bandung (ITB), Deny Zulkaidi di Bandung, Senin (4/5/2015).

Ia menyebutkan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Kota Bandung sejak tahun 2004 lalu telah diarahkan ke wilayah Bandung Timur.

Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan langkah penataan kawasan Bandung Timur seperti yang tertuang dalam RTRW tahun 2004, 2011 maupun 2014.

Pada RTRW tahun 2015 ini, Bandung Timur telah dikonsep sebagai kawasan terintegrasi dan terkoneksi antar wilayah. Menurut Deny, RTRW tahun 2015 ini tinggal menunggu persetujuan dari legislatif. Dengan RTRW itu penataan Bandung Timur diharapkan semakin bagus.

"Bandung Timur menjadi sentra bagi perkembangan Kota Bandung. Ini setelah pengembangan kawasan di Bandung Utara sudah tidak memungkinkan," katanya.

Pengembangan Bandung Timur dianggap lebih menjanjikan ketimbang ke arah Bandung Selatan. Seiring dengan geliat bisnis properti yang makin kuat di Bandung Timur, harga properti di kawasan ini pun turut ikut terkerek naik. Kendati demikian, minat masyarakat terhadap properti di kawasan Bandung Timur itu tak terpengaruh.

"Respon konsumen dan investor sangat positif, terbukti tingkat penjualan sangat bagus," kata General Manager Proyek Wilayah Bandung, PT Margahayuland Development, Ahmad Muntaha.

Menurutnya, superblock NewTon The Hybrid Park yang terdiri dari dua tower apartemen, satu hotel, ruang perkantoran, sarana hiburan serta pusat perbelanjaan di kawasan Bandung Timur yang dibangun, penjualannya sudah mencapai 73 persen untuk tower apartemen 30 lantai dan 87 persen untuk tower apartemen 26 lantai.

Menurut Muntaha pengembangan kawasan terintegrasi di Bandung Timur merupakan salah satu upaya untuk membantu penyebaran aktivitas penduduk sehingga dapat mengurangi beban kota.

Sementara itu Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (AP2ERSI), Ferry Sandiyana mengakui berbagai proyek infrastruktur yang siap dibangun memang menjadi daya tarik Bandung Timur.

"Belum lagi kawasan Bandung Timur dikenal sebagai pusat pendidikan karena banyak kampus perguruan tinggi," kata Ferry menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,