Pembunuh Wanita Sosialita di Bandara Divonis 17 Tahun

Pembunuh Wanita Sosialita di Bandara Divonis 17 Tahun

Tersangka Jean Alter Huliselan.(Net)

Tangerang - Jean Alter Huliselan (JAH),  terdakwa kasus pembunuhan Sri Wahyuni, dijatuhi hukuman 17 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dalam persidangan, Senin (4/5/2015).
 
Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut pelaku dengan hukuman 20 tahun penjara pada persidangan sebelumnya. Ketua Majelis Hakim Abner Situmorang dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa JAH terbukti melanggar pasal berlapis yakni Pasal 338, 339, 351 dan 365 KUHP.
 
"Menyatakan terdakwa bersalah dan memutuskan menjatuhi hukuman pidana penjara 17 tahun," katanya.  Putusan tersebut berdasarkan pertimbangkan dari hal yang meringankan yakni pengangkuan terdakwa atas kasus pembunuhan itu.
 
"Sementara, hal yang memberatkan, terdakwa telah menghilangkan nyawa seorang ibu yang membuat anak-anak menjadi korban kehilangan orang tua," tambah Hakim.
 
Atas putusan hakim, Jaksa Patardo Satya Manurung tidak mengajukan banding ataupun pikir-pikir. Dia langsung menyatakan menerima putusan tersebut kepada hakim.
 
Sementara Kuasa hukum JAH, Berthanatalia mengatakan, hukuman 17 tahun penjara yang diberikan kepada kliennya dirasa cukup. Dia mengaku tak akan mengajukan banding atas putusan hakim.
 
"Sejak awal dia (JAH) langsung mengaku bersalah dan itu sudah jadi bahan pertimbangan," terangnya usai pembacaan putusan.
 
Menurutnya, putusan JAH yang lebih ringan tiga tahun dari tuntutan Jaksa yang menuntut 20 tahun penjara, sudah cukup meringankan hukuman yang diterima JAH. "Yang penting tidak kena hukuman maksimal," terang Berthanatalia.
 
Seperti diketahui, kasus ini bermula saat penemuan mayat wanita di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, pada 10 November 2014. Mayat tersebut dibiarkan membusuk di dalam mobil Honda Freed B 136 SRI. Sri Wahyuni atau yang akrab disapa 'Emak' dalam komunitas sosialitanya ini, dibunuh dengan cara dicekik di Taman Gajah Mada, Blok M, Jakarta Selatan.
Setelah menghabisi nyawa korban, JAH sempat kembali ke kostannya yang ada di Kemang untuk mengganti baju yang terkena muntahan dan darah Sri ketika mencekiknya. Lalu baju tersebut dibuang di Tol TB Simatupang.
 
Selanjutnya JAH memarkirkan kendaraan milik Sri di Bandara Soekarno Hatta lalu melarikan diri ke rumahnya di Nabire, Papua. Tak lama kemudian, akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkapnya di rumah istrinya pada akhir 2014. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:kriminal,