BPS, Ekonomi Indonesia Turun 0,18 Persen

BPS, Ekonomi Indonesia Turun 0,18 Persen

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, laju ekonomi Indonesia kuartal I-2015 hanya tumbuh sebanyak 4,71 persen secara year on year (yoy). Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya telah terjadi kontraksi atau menurun sebanyak 0,18 persen.

"Pada kuartal I-2015 produk domestik bruto (PDB) kita atas dasar harga yang berlaku sebesar Rp 2.724,7 triliun, dan PDB atas dasar harga konstan di 2010 sebesar Rp 2.157,5 triliun," kata Kepala BPS Suryamin, dalam sebuah konferensi pers, di kantor BPS Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Suryamin, jika dilihat secara tren selama lima tahun terakhir yakni sejak 2011, ekonomi Indonesia di kuartal pertama memang semakin melandai secara yoy. Sementara secara quarter to quarter (q to q) hampir sama polanya.

"Kuartal pertama 2011 itu 6,4 persen, sekarang turun jadi 4,71 persen. kalau q to q-nya memang tahun ini paling menurun dibanding q to q sebelumnya. Ini pengaruh dari sektor pertanian yang pada akhir kuartal IV-2014 terjadi pergeseran musim tanam," katanya.

Suryamin menyebutkan, setidaknya ada tiga hal yang memengaruhi rapor ekonomi Indonesia yang menurun di kuartal pertama ini. Pertama, untuk negara-negara partner dalam perdagangan seperti Tiongkok, mereka menurunkan proyeksi pertumbuhan dari 7,4 persen menjadi 7,0 persen. Dari Tiongkok saja ekspor Indonesia punya andil 9-10 persen. 

Kemudian Singapura yang menurunkan pertumbuhan dari 4,9 persen jadi 2,1 persen. Ini tentu menjadi pengaruh untuk perdagangan internasional. Kedua, harga minyak dunia yang masih melemah dan mempunyai dampak pada pertumbuhan kuartal pertama Indonesia. Ketiga, ekspor dan impor yang turun dibanding periode yang sama tahun lalu. "Ketiga faktor itu mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia kuartal pertama ini," tambahnya. (Jr.)**  

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,