Bocoran Jawaban UN SMP Disebar lewat Warnet

Bocoran Jawaban UN SMP Disebar lewat Warnet

Kunci jawaban UN yang disebar.(Foto:Net)

Mataram  - Ombudsman perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) SMP dan MTs, beredar di kalangan siswa. Hal itu ditemukan Ombudsman lewat investigasi khusus, Selasa (5/5) hari kedua pelaksanaan UN tingkat SMP. 

Menurut Kepala Ombudsman NTB Adhar Hakim, kunci jawaban beredar di warnet yang dicurigai menjadi langganan anak-anak sekolah. Kecurigaan itu berdasar saat ditemukan sobekan kunci jawaban tercecer di luar pagar sekolah. Berangkat dari kecurigaan itu Ombudsman pun melakukan penelusuran dengan membuntuti siswa sejak jelang pelaksanaan UAS hari kedua, pagi dinihari.

"Dari kecurigaan pada hari pertama pelaksanaan UAS itu kita melakukan investigasi. Didapati beredar di warnet, tadi subuh yang kita buntuti dia," ujar Adhar Hakim saat menggelar konfrensi pers di ruang kerjanya.

Dari rekaman video yang ditunjukkan Ombudsman, tampak terlihat sejumlah pelajar sedang sibuk menggandakan kunci jawaban. Beberapa di antaranya membuat format tulisan kecil menggunakan ketikan dokumen yang kemudian dicetak di warnet itu.
Ombudsman pun mengecek kebenaran jawaban dari yang diperolehnya di lapangan. Ombudsman memastikan kunci jawaban itu seratus persen benar sesuai kode soal. "Kami memang tidak langsung men-justifikasi langsung baik pelajar maupun pihak warnet. Begitu kita dapatkan mereka lari, jadi mekanisme alur mereka mendapatkan kunci jawaban itu masih kita telusuri," tegasnya.

Terhadap permasalahan ini, Ombdusman terus berkoordinasi dengan Dinas Dikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga) Kota maupun Provinsi guna meningkatkan pengawasan. Terlepas, dari sidak rutin ke sejumlah sekolah negeri di Mataram saat pelaksanaan ujian berlangsung.

"Nah, saya lihat tadi ada beberapa perbaikan dari pihak sekolah. Siswa sebelum masuk kelas digeledah, dan mereka membatasi betul siswa yang keluar masuk kelas saat sedang ujian," kata Adhar Hakim. Pihak Ombudsman menduga, para pelajar yang sedang menghadapi ujian telah memiliki link untuk mendapatkan kunci jawaban itu.

"Fakta kita masih temukan terus, saya duga ada link tertentu tempat mereka mencari. Kalau yang SMA kemarin bocorannya dari jaringan web, tapi di SMP ini kami menduga kuat mereka ada bocoran, ke mana mencari bocoran kunci jawaban tersebut," jelasnya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,