Star Energy Geothermal Bantu Korban Ledakan Gas

Star Energy Geothermal Bantu Korban Ledakan Gas

Bandung -  Rudy Suparman Presiden Direktur Star Energy Geothermal Ltd (Wayang Windu) menegaskan,  longsor  menyebabkan pipa gas meledak di Dusun Cibitung (Gunung Bedil), Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Rudy mengatakan, tanah longsor muncul akibat penggundulan hutan yang masif dan tingginya curah hujan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sehingga tanah longsor tersebut menimbun pipa saluran geothermal milik Star Energy Geothermal, dan menyebabkan kerusakan serta terputusnya pipa produksi perusahaan. Uap pada pipa yang terputus menimbulkan ledakan sehingga power plant Star Energy berhenti beroperasi.  

"Saat tanah longsor terjadi, pipa seperti digunting dan langsung mengeluarkan material uap panas dalam jumlah besar. Sehingga terdengar seperti bunyi ledakan. Tekanan begitu tinggi," ungkap Rudy Suparman dalam siaran pers, Rabu (6/5/2015).

Menurutnya akibat longsor dan ledakan pipa itu, empat orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka. Star Energy Geothermal pun mengaku mengalami kerugian.

Rudy berjanji akan berkomitmen membantu korban. Di antaranya memfasilitasi upaya evakuasi korban longsor.

Dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan kepada Star Energy Geothermal memindahkan jalur pipa. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan longsor mengancam satu kampung yang terdiri dari 52 kepala keluarga atau 200 jiwa dan mengancam pipa panas bumi Star Energy Geothermal sepanjang 500 meter.

"Rekomendasi telah disampaikan kepada pengelola proyek geothermal Star Energy untuk memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung. Dan kepada BPBD untuk melakukan evakuasi penduduk kampung mengingat curah hujan masih berlangsung," paparnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan di lokasi kejadian ledakan juga telah terjadi pelapukan breksi vulkanik.

"Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal. Terlihat retakan dan nendatan sedalam 2,5 meter, sepanjang 500 meter," pungkasnya.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,