Pemutaran dan Diskusi Film Omnibus Bikin Filmmaker Bergairah

Pemutaran dan Diskusi Film Omnibus Bikin Filmmaker Bergairah

Acara Festival Film Bandung 2015 yang digelar Forum Film Bandung bekerjasama dengan Ruang Film Bandung di Museum Sri Baduga Jl BKR No 185 Bandung, Rabu (6/5/2015).(Wa Ode/Cikalnews)

Bandung- Tiga film omnibus masing-masing "Jalan Pintas" sutradara Salman Aristo yang diperankan Reza Rahadian dan Adinia Wirasti, "Firasatku" disutradarai Acha Septriasa dan diperankan Acha Septriasa dan Rio Dewanto, dan "Wajang Koelit" disutradarai  Chairunisa. mewarnai "Diskusi dan Pemutarann Film Nasional"  sebagai rangkaian acara Festival Film Bandung 2015 yang digelar Forum Film Bandung bekerjasama dengan Ruang Film Bandung di Museum Sri Baduga Jl BKR No 185 Bandung, Rabu (6/5/2015). 
 
Hadir Kadisparbud Provinsi Jabar Drs H. Nunung Sobari, Produser Starvision Ir. Chand Parwez Servia, Ketua FFB H.Eddy D Iskandar, nara sumber Acha Septrisa (artis dan Sutrdara), dan Chairunisa (sutradara dan penulis skenario). pengururs FFB dan sejumlah undangan dari berbagai kalangan kampus dan filmmaker, unsur seniman dan budayawan.
 
"Pemutaran film omnibus memberikan cakrawala berbeda, diskusi ini menarik apalagi banyak dihadiri kaum muda,". Demikian Kadisparbud Jabar H Nunung Sobari membuka acara diskusi dan pemutaran film omnibus.
Dikatakannya, pemutaran film pendek baik yang tergabung dalam omnibus, adalah salah satu ruang untuk mengembangkan kreativitas. Bicara kreativitas tak akan pernah ada habisnya. Apalagi kita tahu Kota Bandung adalah sejarah mencatat tempat pembuatan film pertama di Indonesia dengan hadirnya film "Lutung Kasarung". 
 
 
"Karena itu kita harus bangga acara pemutaran film omnibus ini adalah rangkaian acara  Festival Film Bandung (FFB) yang tak pernah berhenti atau terpotong pelaksanaannya hingga memasuki tahun 2015 ini. Apalagi belakangan sudah untuk ke tiga kalinya akan ditayangkan oleh SCTV, ini berkat kerjasama yang baik antara Pemerintah Jabar, SCTV, FFB, dan berbagai pihak yang  terkait," ujar Nunung dalam pidato saat membuka acara ini. 
 
Sedangkan Eddy D Iskandar (Ketua Umum FFB) menuturkan, untuk menghidupkan rangkaian perayaan FFB, tidak hanya menghadirkan pemutaran dan diskusi film omnnibus, masih ada beberapa jadwal pemutaran film panjang. "Pekan depan kita akan memutarkan film 'Nyi Ronggeng' dan menghadirkan sutradara, semua ini untuk memberikan pemahaman akan cara pembuatan film nasional," paparnya. 
 
Sementara artis dan sutradara film pendek "Firasatku" Acha Septriasa mengatakan, film omnibus jangan pernah ragu mengerjakannya, menulis ide cerita, sekecil apapun tampilkan dalam gambar yang diisi sepadat mungkin. Dengan mengerjakan film pendek saya jadi menghargai peran seorang sutradara, selama ini sudah banyak bekerja sama dengan berbagai sutradara,ternyata enggak mudah karena mengerjakan sampai sekecil-kecilnya dipikirkan oleh sutradara," kata Acha. 
 
 
Dia mengatakan, sebagai pemain utama, ia seperti dimudahkan, " Ya karena tidak perlu mengatur pelakonnya lagi tinggal aku kerjakan sesuai cerita, yang aku pikirkan paling bagaimana menyesuaikan dengan lawan mainku," ucapnya.
 
Yang menarik, disela-sela diskusi peserta yang bertanya dipilih dan akan menjadi penonton yang  hadir diacara puncak Festival Film Bandung 2015 di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar (Monju) 12 September mendatang.acara sempat terganggu secara tehnis tetapi secara keseluruhan diskusi berjalan lancar, sayang Acha Septriasa pamit lebih awal sehingga diskusi tinggal dilanjutkan oleh Chairunisa dan Ir Parwez Servia selaku produser film..(Ode)**    
.

Categories:Film,
Tags:film,