BNI Salurkan Kredit Perikanan Sebesar Rp 1 Triliun

BNI Salurkan Kredit Perikanan Sebesar Rp 1 Triliun

ilustrasi. (Net)

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero (BNI) berkomitmen menyalurkan kredit sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp1 triliun selama 2015 untuk mendorong perkembangan sektor tersebut.

"BNI memandang sektor kemaritiman merupakan sektor yang prospektif tapi belum digarap secara optimal," kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dalam konferensi pers Program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline) di Kantor Otoritas Jasa Keuangan Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Kredit sektor kelautan dan perikanan yang akan disalurkan BNI pada 2015 itu naik 94,88 persen dibanding tahun 2014.

BNI telah menyalurkan kredit ke sektor kemaritiman dengan posisi "outstanding" sebesar Rp8,7 triliun per Desember 2014.

"Khusus di sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu bagian dari subsektor kemaritiman, BNI menyalurkan pembiayaan Rp1,054 triliun atau 12 persen dari total outstanding di sektor kemaritiman," ujarnya.

Terkait Program Jaring yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan, Achmad mendukung program itu dan optimistis akan terjadi percepatan dalam pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan.

"Program Jaring akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan mulai dari penangkapan ikan hingga mata rantai perdagangan hasil laut," ujarnya.

Ia mengatakan dengan dukungan jaringan gerai BNI, Program Kemitraan Terpadu melalui skema pembiayaan kredit kemitraan dan kredit usaha kecil dan menengah, BNI akan menjembatani transaksi bisnis sektor kelautan dan perikanan.

"Di dalam membangun sektor kemaritiman, kami berkomitmen mendukung secara penuh program Jaring ini dengan menyediakan layanan yang mudah diakses dan sesuai karakteristik pelaku usaha," katanya.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Persero (BRI) Asmawi Syam mengatakan akan menambah pembiayaan pada sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp2,5 triliun pada 2015 yang mana penyaluran kredit pada 2014 sebesar Rp4,81 triliun.

"Di tahun 2015, BRI berkomitmen sekaligus optimistis mampu menumbuhkan kreditnya untuk sektor kelautan dan perikanan sebesar 52 persen atau tumbuh minimal sebesar Rp2,5 triliun," katanya.

BRI telah menyalurkan pinjaman di sektor kelautan dan perikanan mulai dari hulu hingga hilir seperti pembiayaan pada sektor perikanan budidaya, perikanan tangkap dan ekstraksi garam.

Kemudian, industri pengolahan hasil laut, industri pembuatan kapal, perdagangan hasil laut dan pembiayaan penyimpanan hasil laut.

Pembiayaan BRI pada sektor kelautan dan perikanan selama 2010-2013 meningkat sebesar Rp2,5 triliun yakni dari Rp1,1 triliun pada 2010 menjadi Rp3,6 triliun pada 2013.

Selanjutnya, pembiayaan pada sektor itu tumbuh sebesar 33 persen atau menjadi Rp4,8 triliun pada 2014.

Wakil Direktur Utama Bank Tabungan Pensiunan Nasional Ongki W Dana akan menambah pembiayaan pada sektor kelautan dan perikanan 2015 sebesar Rp50 miliar atau 50,66 persen dari total pembiayaan sektor itu pada 2014 sebesar Rp99 miliar.

Selanjutnya, Wakil Direktur Utama Bank Danamon mengatakan pihaknya berkomitmen meningjatkan penyaluran pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp300 miliar atau tumbuh sebesar 94,64 persen dari total penyaluran pada 2014 sebesar Rp317 miliar.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto akan menambah kredit Rp1,250 triliun atau sebesar 81,70 persen dari penyaluran pembiayaan Rp1,530 triliun.

"Dari realisasi kredit perikanan sebesar Rp1,53 triliun hingga Desember 2014, kami siap untuk menyalurkan kredit baru hingga lebih dari Rp1 triliun pada tahun ini baik melalui skim kredit mikro maupun pembiayaan KUR khusus untuk sektor perikanan," tuturnya.

Demikian pula Bank Permata akan menargetkan pertumbuhan kredit pada 2015 sebesar 56,25 persen atau Rp180 miliar dari total penyaluran dana tahun sebelumnya sebesar Rp320 miliar.

Sehingga total penyaluran kredit pada 2015 ditargetkan mencapai Rp500 miliar.

Sementara Direktur PT Bank Bukopin Tbk Mikrowa Kirana menargetkan hingga akhir 2015, pembiayaan kelautan dari bank itu mencapai Rp2,67 triliun yang terdiri dari Rp2,5 triliun pembiayaan transportasi laut dan Rp170 miliar pembiayaan perikanan.

Pembiayaan perikanan 2015 akan tumbuh 89,89 persen atau Rp81 miliar dari penyaluran tahun sebelumnya sebesar Rp89 miliar.

Kemudian, Bank Pembangunan Sulselbar menargetkan pembiayaan sektor kelautan dan perikanan akan tumbuh sebesar 48,96 persen atau menjadi Rp40 miliar dari penyaluran tahun sebelumnya sebesar Rp27 miliar.

Sementara itu, Industri Keuangan Non-Bank menargetkan penyaluran kredit sektor kelautan dan perikanan pada 2015 tumbuh sebesar 69,52 persen atau menjadi Rp4,343 triliun dari penyaluran tahun sebelumnya sebesar Rp2,562 miliar.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad mengatakan sebanyak delapan bank dan konsorsium IKNB berkomitmen untuk memdukung program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline) dengan mendorong pembiayaan sektor kelautan dan perikanan.

Delapan bank pelopor pembiayaan pada sektor kelautan dan perikanan yang merupakan bank pasangan program Jaring yakni Bank Rakyat Indonesia dan Bank Negara Indonesia.

Kemudian, Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Bank Permata, Bank Bukopin dan Bank Pembangunan Daerah Sulselbar.

Selain dari perbankan, komitmen meningkatkan pembiayaan sektor kelautan dan perikanan juga diberikan oleh industri keuangan non bank (IKNB) melalui konsorsium perusahaan pembiayaan, asuransi jiwa, asuransi umum dan penjaminan.

Ia mengatakan total pembiayaan yang disalurkan delapan bank dan IKNB pada sektor kelautan dan perikanan periode Desember 2014 adalah Rp10,8 triliun.

Ia mengatakan dari delapan bank dan IKNB itu, komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan sampai Desember 2015 sebesar Rp7,2 triliun atau rata-rata pertumbuhan sebesar 66,2 persen.

Komitmen tambahan pembiayaan itu akan meningkatkan porsi pendanaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang mana per Desember 2014 mencapai Rp17,9 triliun atau sebesar 0,49 persen dari total pembiayaan perbankan nasional.

Sementara itu, pembiayaan industri keuangan non bank kepada sektor perikanan dan kelautan pada 2014 mencapai Rp1,7 triliun atau sebesar 0,7 persen dari total pembiayaannya.

Program Jaring merupakan program inisiatif Otoritas Jasa Keuangan untuk menjangkau sektor kelautan dan perikanan, dengan cara bersinergi dengan pelaku jasa keuangan termasuk asosiasi.

Sasaran program itu adalah akselerasi pertumbuhan di sektor kelautan dan perikanan melalui pembuatan "guideline" kepada sektor jasa keuangan. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,