Delegasi AIESEC Berbagi Pengalaman

Delegasi AIESEC Berbagi Pengalaman

Judy, Kush, Rahul dan Susan saat ditemui di Hotel Arjuna Ciumbuleuit.(Putri)

Bandung - Organisasi pemuda berskala internasional yang bernama AIESEC menggelar acara  National Strategic Conference (NSC). Acara NSC ini di hadiri oleh empat delegasi yang ikut memberikan sosialisasi kepada para peserta Indonesia yang berasal dari Kota Padang, Lampung, Palembang, Bandung, Jakarta,  Malang, Semarang, Pontianak, hingga Makassar.
 
 
NSC ini membuat rencana programa tahunan setiap AIESEC di Indonesia untuk periode kepengurusan 2015/2016. Annisa Yidiotani sebagai Vice President of Public Relations AIESEC in Indonesia mengungkapkan, bahwa organisasi mahasiswa ini dilakukan untuk mahasiswa dan berdiri secara independen.
 

"Kita juga ada penasehatnya, ada dispora, kementerian, kedubes, jika ada seminar untuk mahasiswa AIESEC yang akan  berangkat ke luar negeri kita pasti edukasi dulu dan banyak jalanin relation sama kedutaan," ujar Annisa di Hotel Arjuna, Cimbuleuit Bandung. Jumat (8/5/2015).

Annisa juga mengungkapkan bahwa AIESEC mempunyai visi memecahkan masalah- masalah kemahasiswaan, membawa kedamaian antar negara juga belajar perbedaan kebudayaan.


"AIESEC ini bukan direct impact, tetapi suatu gerakan yang impact yang bisa merubah pola mindset," ujarnya.


Selain itu juga, tambah Annisa kegiatan pengembangan kepemimpinan yang dilakukan oleh AIESEC antara lain project dan pengalaman internasional melalui program magang profesional dan juga kegiatan sosial di negara lain. Manfaat AIESEC juga dirasakan oleh Susan, salah satu delegasi dari Cina, bersama AIESEC dirinya bisa belajar banyak dan mendapatkan perubahan yang positif.

 

"Dengan AIESEC saya jadi belajar banyak, mulai dari budaya juga yang paling menarik adalah adanya perbedaan agama, karena di Cina tidak terlalu mengenal agama. Dengan datang ke Indonesia saya jadi memikirkan agama apa yang akan saya yakini," ujar wanita yang baru pertama kali mengunjungi Indonesia ini.

 

Setiap delegasi memiliki tugas masing-masing. Untuk Kush, Susan dan Judy mereka bertugas untuk mendatangkan orang luar negeri ke Indonesia. Sedangkan Rahul bertugas mendatangkan orang Indonesia ke negaranya India. Pengalaman ke-empat delegasi ini berkunjung ke Indonesia diakuinya sangat keren terutama soal kebudayaan yang beragam.
 
"Saya ingin orang-orang bangkit dan berusaha memperbaiki diri mereka supaya lebih mengenal setiap perbedaan, dan saya ingin orang-orang menyadari hal ini sehingga setiap negara -negara kecil bisa menjadi besar," ungkap Judy dari Taiwan. (AY)
.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,