Anak Indonesia Miliki Hak Peroleh Imunisasi

Anak Indonesia Miliki Hak Peroleh Imunisasi

Ilustrasi Imunisasi

Yogyakarta - Anak Indonesia memiliki hak memperoleh imunisasi yang dilindungi oleh Undang Undang untuk mencegah dari penyakit , kata Pakar dan Satgas Tim Imunisasi Indonesia Dr Soedjatmiko di Yogyakarta.

"Imunisasi menjadi hak bagi anak Indonesia dan tertuang dalam Undang Undang, tidak perlu diragukan lagi bahwa imunisasi memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan generasi bangsa ini," kata Soejatmiko pada School of Vaccine for Journalist yang digelar PT Bio Farma di Yogyakarta, Jumat (8/5/2015).

Menurut dia, hak imunisasi bagi anak tertuang dalam Pasal 130 yang isinya pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak.

Kemudian dikuatkan dengan Pasal 132 ayat tiga disebutkan setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi.

Selain itu menurut dia kebutuhan perlindungan kesehatan melalui imunisasi juga tertuang pada UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

"Itu sudah jelas, pentingnya imunisasi dan menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikannya kepada masyarakat, dalam hal ini anak-anak yang merupakan generasi masa depan," katanya.

Lebih lanjut, Soejatmiko menyebutkan imunisasi tak hanya digelar di Indonesia yang cakupannya saat ini sudah mencapai 80 persen anak-anak, namun juga di 194 negara lainnya di dunia.

"Hampir tidak ada negara yang tidak menggelar program imunisasi, bahkan di negara perang dan konflik sekalipun seperti di Iran, Libya, Palestina dan sejumlah negara lainnya. Itu menunjukkan betapa imunisasi sudah menjadi kebutuhan anak dunia," kata Soejatmiko.

Menurut dia program imunisasi diperoleh negara-negara itu dari beberapa produk vaksin dari sejumlah produsen vaksin dunia, termasuk produk Bio Farma yang telah dipakai di 130 negara.

"Yang jelas sejak ditemukan vaksin dan adanya imunisasi di dunia, tidak ada satu negarapun di dunia yang menghentikan program imunisasi. Itu bisa dipastikan tidak ada negara yang menghentikan imunisasi," kata Soejatmiko yang juga dokter spesialisasi anak itu.

Ia menyebutkan, cakupan imunisasi dunia saat ini pada kisaran 70 persen hingga 80 persen penduduk khususnya anak-anak di dunia. Artinya cakupan imunisasi di Benua Asia, Afrika, Eropa maupun Amerika relatif telah tersentuh program itu dengan cakupan yang cukup signifikan baik digulirkan oleh negara yang bersangkutan maupun oleh lembaga PBB yakni WHO dan Unesco.

"Survey menunjukkan negara atau provinsi dengan cakupan imunisasi tinggi tingkat imun terhadap wabah tertentu cukup tinggi, sebaliknya yang cakupannya rendah tingkat serangan wabah dan sakitnya berat," kata Soejatmiko.

Menurut dia masyarakat dunia tidak memiliki keraguan lagi terhadap program imunisasi, bahkan Arab Saudi kini tengah membangun pabrik vaksin yakni Arabio untuk memenuji vaksin di negeri itu.

Arabio rencananya melakukan kerja sama produsen vaksin Indonesia, PT Bio Farma terutama dalam pengadaan bulk atau bahan setengah jadi dari sejumlah vaksin yang selama ini diproduksi perusahaan vaksin yang berkantor pusat di Kota Bandung itu. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,