Gadis Korban Penculikan Diperdagangkan oleh ISIS

Gadis Korban Penculikan Diperdagangkan oleh ISIS

Kelompok Radikal ISIS.

Baghdad - Para gadis-gadis yang diculik oleh kelompok militan ISIS dituduh diperdagangkan. Demikian diungkapkan Utusan Khusus PBB untuk masalah Kekerasan Seksual di Daerah Konflik Zainab Bangura.
 
Dilansir ABNA, Sabtu (9/5/2015) klaim Bangura itu merupakan hasil dari misi penyelidikannya di wilayah Suriah, Irak dan beberapa negara lainnya selama April 2015. Dia mengatakan, gadis-gadis itu ditelanjangi dan diperdagangkan dalam sebuah pasar budak.
 
"Para gadis ditelanjangi dan diperiksa di pasar budak oleh ISIS. Mereka dikelompokkan dan dikirim ke Provinsi Dohuk atau Mosul atau lokasi lainnya, untuk dibagikan kepada para pemimpin ISIS,” kata Bangura.
 
Menurutnya, dirinya telah mengunjungi Suriah, Turki, Lebanon, dan Yordania dari 16 hingga 29 April. Dia mewawancarai gadis-gadis yang berhasil lolos dan bertahan dari penyanderaan dan kekerasan seksual ISIS.
 
Kekerasan seksual telah menjadi sebuah taktik yang dimanfaatkan oleh ISIS untuk mempermalukan serta meneror orang-orang yang menentang ISIS. "ISIS telah menggunakan kekerasan seksual dan tindakan brutal terhadap perempuan. sebagai aspek sentral dalam ideologi mereka. Hal itu sebagi taktik terorisme untuk mendorong tujuan-tujuan penting mereka,” katanya.
 
Utusan khusus itu mencontohkan kekejaman ISIS terhadap perempuan dengan menceritakan penderitaan seorang gadis, yang dipaksa menikahi anggota ISIS sebanyak 20 kali. Mereka dipaksa melakukan operasi untuk mengembalikan keperawanannya setiap kali menikah.
 
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB didesak untuk melakukan sesuatu terhadap kekejaman ISIS. Dia menekankan kekhawatiran atas anak-anak yang lahir akibat perkosaan. Bangura menyebutkan anak-anak seperti itu akan menjadi seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan, dan menjadi lahan subur bagi gerakan ekstremis. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:isis,