Pergerakan Tanah Picu Keretakan di Wilayah Jabar

Pergerakan Tanah Picu Keretakan di Wilayah Jabar

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Jabar dikatakan wilayah paling rawan longsor, akibat adanya pergerakan tanah secara perlahan yang menyebabkan keretakan. "Masyarakat harus bisa melihat dan menyimpulkan, contohnya pohon - pohon bergeser dan ada retakan tanah. Di sini berarti ada pertanda gerakan tanah, sehingga untuk warga yang tinggal di lereng yang terjal mau tidak mau harus mengerti dan cepat meninggalkan lokasi itu," ungkap Dr. Ir. Surono Kepala Geologi PVMBG Jabar  di Gedung Geologi, Sabtu (9/5/2015).


Dirinya menegaskan, wilayah rawan longsor bukan tidak boleh ditinggali, tapi harus waspada dan mengerti keadaan bahwa daerahnya rawan longsor. Sehingga bisa diarahkan ketika ada pemberitahuan untuk meninggalkan lokasi tersebut.

"Jadi bukan berarti tidak boleh bertempat tinggal di lokasi rawan longsor. Kalau tidak diperbolehkan bisa kosong Jawa Barat ini, karena lokasi seperti itu menyebar di seluruh wilayah Jawa Barat," tegasnya.

Untuk menangani longsor ada berbagai rekomendasi yang dilakukan pihak PVMBG, tergantung dari keadaan tanah. "Bila memang harus direkomendasi relokasi warganya, tapi bisa juga dengan membuat terasiring tapi kalau seperti Cibitung ini ancaman longsornya tinggi jadi mau tidak mau warganya harus direlokasi," jelasnya.

Menurutnya, untuk wilayah rawan longsor tidak bisa ditanggulangi karena ini adalah alami. "Tidak bisa diapa-apakan lagi, karena yang menentukan adalah kondisi geologi, sedangkan kaidah konservasi dan kaidah lainnya hanya pemicu saja," paparnya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,