Rayakan V-Day Rusia Gelar Parade Militer Terbesar

Rayakan V-Day Rusia Gelar Parade Militer Terbesar

Rayakan V-Day Rusia Gelar Parade Militer Terbesar

Moskow -  Perayaan Hari Kemenangan atau V-Day menjadi ajang unjuk gigi Rusia. Perayaan yang digelar tahunan itu, militer Negeri Beruang Merah menggelar secara besar-besaran, bahkan tercatat terbesar ketimbang perayaan beberapa tahun lalu.
Hal itu sekaligus menandai 70 tahun kemenangan atas Nazi dalam Perang Dunia II. Berbagai senjata tempur dan alutsista canggih dipamerkan Rusia, dalam parade yang digelar di Lapangan Merah, Kota Moskow.
 
Dilansir Sputnik, Minggu (10/5/2015) ada yang unik dalam perayaan tersebut. Sedikitnya 16.500 tentara Rusia mengenakan seragam besi saat berbaris di Lapangan Merah. Seragam besi itu untuk kali pertama ditampilkan dalam perayaan V-Day Rusia.
Lalu, lebih dari 140 jet tempur dan helikopter ikut beraksi dalam aksi tersebut. Mereka bermanuver dan menghiasi langit Kota Moskow. Ratusan jet tempur itu menghibur 30 pemimpin negara dunia, yang hadir dalam parade militer terbesar Rusia itu.
 
Selain jet tempur, Rusia juga memamerkan rudal balistik antar-benua, RS-24 Yars, sistem pertahanan udara, rudal S-400. Rudal tersebut dilengkapi tiga hulu ledak nuklir. Tank Armata T-14 yang diklaim Rusia sebagai tank terkuat di dunia untuk saat ini, terlihat dalam parade militer tersebut.
Untuk senapan mesin teranyar, AK-74 M, yang diproduksi produsen senjata legendarais Rusia Kalashnikov Concern, ikut meramaikan parade militer yang tercatat sebagai parade militer terbesar yang pernah dipentaskan Rusia. Meski begitu, parade militer Rusia itu diboikot para pemimpin negara-negara Barat, dengan alasan membela Ukraina dalam konflik dengan Rusia.
 
Menjelang parade militer, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, kerja sama internasional memang telah terancam dalam beberapa tahun terakhir. Putin pun  memuji pengorbanan pasukan Uni Soviet (sekarang Rusia) selama Perang Dunia II.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada warga Inggris, Perancis, dan AS atas kontribusi mereka untuk kemenangan itu. "Namun, dalam beberapa dekade terakhir prinsip dasar kerj asama internasional telah diabaikan, dengan semakin sering kita melihat bagaimana mentalitas militer blok Barat dalam meraih momentum,” ujar Putin. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,