PSK Asing pun Ternyata Marak Berpraktik di Batam

PSK Asing pun Ternyata Marak Berpraktik di Batam

Ilustrasi.(Foto:Net)

Batam - Para Pekerja Seks Komersial (PSK) asing sepertinya masih bebas melakukan praktiknya di Batam, Kepulauan Riau. DPRD Kepri Batam meminta Kantor Imigrasi Batam, untuk tidak tebang pilih dalam melakukan razia.

"Jumlahnya mencapai ratusan. Jumlah pastinya masih kami kumpulkan dari anggota masyarakat yang merasa resah. Namun, yang berhasil ditangkap Imigrasi Batam hanya beberapa orang. Mereka berpraktik hampir di seluruh tempat hiburan malam di seputar Batam," kata anggota DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov, Minggu (10/5/2015).

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Erna Yunanti Murni, tidak bersedia berkomentar. Begitu pula dengan pejabat di kantor Imigrasi Kelas I Batam.

Di sejumlah tempat hiburan Batam, PSK asing yang berpraktik di Batam selain berasal dari Thailand, ada juga yang berasal dari Uzbekistan, Tiongkok, dan Turki. Tarif mereka bervariasi antara Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta sekali booking.

Menurut salah seorang mucikari di kawasan Nagoya, mereka bekerja sama dengan oknum Kantor Imigrasi jika akan ada razia di tempat-tempat hiburan, sehingga terhindar dari penyergapan petugas. "Kalau keamanan mereka (PSK asing) terjamin. Kan kami sudah ada informan," katanya.

Sementara itu, ‎empat pekerja seks komersial (PSK) asal Vietnam yang tertangkap basah berpraktik di sejumlah hotel di Kota Batam, Kepri dideportasi ke negara asalnya, Kamis (7/5) malam lalu.  Mereka adalah Yo Thi Kieu Nhi, 33; Tran Thi Kim Chi, 22; Nguyen Phuc Thao Hien, 27; serta Dang Huyng Trang, 23.

Keempat PSK itu sebelumnya ditangkap petugas Imigrasi Kelas I Khusus Batam di sebuah hotel berbintang empat di kawasan Nagoya, Sabtu (2/5) lalu. Kini mereka telah dipulangkan dengan pengawal hingga naik ke pesawat menuju Vietnam melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

"Mereka dipulangkan dari Batam melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju ke negara asal," ujar Kabid Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Batam, M Rafli.‎ Keempat wanita asal Vietnam ini dipulangkan setelah melalui proses keimigrasian. Mereka melanggar izin kerja di Indonesia dan sudah dikenai sanksi keimigrasian. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:kriminal,